Persiwi Wonogiri Ingin Comeback ke Liga 3, Askab PSSI: Jangan Berhenti di Tengah Jalan!

Ilustrasi Sepak Bola (Solopos/Whisnu Paksa)
27 Maret 2019 00:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Askab PSSI Kabupaten Wonogiri memberi lampu hijau ihwal rencana Manajer Magenta FC, Suliantoro, yang ingin mensponsori sekaligus mengelola Persiwi Wonogiri di Liga 3 musim ini. Namun Askab mewanti-wanti kemampuan finansial calon pengelola baru harus beres sehingga laju tim tak berhenti di tengah jalan.

Askab juga meminta Suliantoro duduk bersama dengan pengurus Persiwi Wonogiri untuk membahas soal regulasi dan teknis pengelolaan tim ke depan. Hal itu mencuat dalam rapat koordinasi antara Askab PSSI Wonogiri, manajemen Magenta FC serta perwakilan suporter Persiwi di Wonokarto, Wonogiri, Selasa (26/3/2019) siang.

Sebagai informasi, Magenta FC sebelumnya menawarkan merger dengan Persiwi untuk menghadapi Liga 3 zona Jawa Tengah 2019. Namun rencana itu mentah karena resistensi suporter. Manajer Magenta FC, Suliantoro, akhirnya mengajukan diri menghidupkan Persiwi tapi dengan amunisi dari Magenta FC. Suliantoro siap menyokong kebutuhan finansial Persiwi untuk jangka panjang.

“Kami tentu menghormati niat baik ini, apalagi Suliantoro adalah mantan penggawa Persiwi era 2000-an. Namun tentu ada regulasi dan kemampuan finansial yang perlu dicek terlebih dulu,” ujar Ketua Askab PSSI Wonogiri, Sri Wiyoso, saat dihubungi Solopos.com, seusai rapat.

Pengalaman Persiwi yang ditinggal investor beberapa tahun lalu membuat Askab lebih berhati-hati dalam menjajaki kerja sama. Oleh karena itu, Askab meminta pengurus Persiwi benar-benar memverifikasi kelayakan finansial calon pengelola baru.

Sri Wiyoso juga mendorong adanya transparansi keuangan dalam proses penjajakan tersebut. “Jangan sampai seperti pengalaman dulu, jalan satu-dua pertandingan setelah itu [pendana] hilang,” kata dia.

Kelompok pendukung Persiwi yang tergabung dalam Wonogiri Football Fans (WFF) menggarisbawahi pentingnya poin-poin kerja sama yang jelas dalam rencana pengambilalihan pengelolaan Persiwi. Menurut perwakilan WFF, Yanto, poin tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. “Harus ada perjanjian hitam di atas putih. Ini untuk kebaikan kedua belah pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Magenta FC, Suliantoro, mengklaim pihaknya sudah resmi memegang kendali Persiwi pascapertemuan dengan Askab PSSI Wonogiri. Suliantoro menegaskan komitmennya tak main-main untuk menghidupkan Laskar Gajah Mungkur, julukan Persiwi, yang lama mati suri. Selain bakal membiayai tim di Liga 3, pihaknya siap menggelar kompetisi antarkecamatan hingga pendirian pusat pelatihan untuk kesinambungan pembinaan bola di Kota Gaplek.

“Saya menyayangkan kok masih ada yang mikir neka-neka. Soal hitam di atas putih ya jelas harus siap. Kami harap semua elemen di Persiwi bisa berjalan bareng, termasuk suporter.” Lebih jauh, Suliantoro mengagendakan bertemu pengurus Persiwi pada Jumat (29/3/2019) untuk menindaklanjuti rapat dengan Askab.