Liga 3: PSISra Sragen Tak Pasang Target Muluk-muluk

Pelatih PSISra Sragen, Mulyadi (kiri) berfoto dengan mantan pelatih Timnas Indonesia Dananjaya beberapa waktu lalu. (Istimewa)
31 Maret 2019 17:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SRAGEN - Pelatih PSISra Sragen, Mulyadi, tak memiliki target pribadi saat dirinya dipercaya menukangi Laskar Sukowati untuk menghadapi persaingan di Liga 3 Indonesia musim 2019. Namun, ia berharap paling tidak dapat mengulang kesuksesan PSISra pada musim 2017.

Kiprah Mulyadi bersama PSISra 2017 cukup menjanjikan. Di bawah asuhannya, PSISra meraih hasil cukup bagus dengan menembus semifinal Liga 3 zona Jawa Tengah (Jateng) hanya dengan bermodalkan pemain muda. Tahun ini, Mulyadi kembali mengandalkan talenta-talenta lokal Sragen dalam perebutan gelar juara Liga 3.

“Kami selalu jadi kuda hitam. Saya tak punya target muluk-muluk melihat situasi Sragen saat ini,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (30/3/2019).

Ia mengatakan tak memiliki target belanja pemain. Menurutnya, belum jelasnya anggaran untuk PSISra mau tak mau harus disiasati dengan memainkan 100 persen anak Sragen. “Ini pemain-pemain yang usainya 22 tahun juga minim. Hanya ada dua pemain yang lahir pada 1997. Kebanyakan adalah pemain kelahiran 1999 dan 2000 yang memperkuat Sragen di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018,” terangnya.

Melihat amunisi yang tersedia, ia bersikap rasional dengan tak mematok target tertentu. Namun, manajemen PSISra memang meminta tim berusaha mencapai prestasi semaksimal mungkin. “Kalau kami bisa mengulang masuk semifinal Zona Jateng seperti 2017, kami sangat bersyukur. Alangkah lebih bersyukur jika bisa masuk final,” kata dia.

Kini, masih ada 30 pemain yang tersisa. Mulyadi mengatakan bakal menjalankan seleksi berjalan. Artinya, pemain akan mengikuti program promosi-degradasi. Ia mengakui, saat seleksi beberapa waktu lalu, ada pemain luar daerah yang hadir. Sebagai bentuk penghormatan, ia yang kala itu sudah dipercaya menjadi tim seleksi memberi mereka kesempatan bermain. Namun, kenyataannya, permainan mereka belum sesuai harapan.

“Manajemen menekankan agar kami memanfaatkan kemampuan anak Sragen. Ini juga dibentuk untuk pembinaan berjenjang. Jadi mereka tak hanya tampil di 2019, tetapi arahnya adalah dua tahun ke depan mudah-mudahan bisa terbentuk tim yang solid,” paparnya.