Liverpool Mulai Tunjukkan Mental Juara

Liverpool (Reuters/Paul Childs)
01 April 2019 19:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LIVERPOOL - Apa yang membuat tim sebesar Liverpool gagal memperoleh gelar Liga Premier Inggris sejak 1989/1990? Barangkali jawabannya karena mereka lupa mengasah mental juara.

Dalam rentang waktu sekitar 29 tahun tersebut, Liverpool memang memenangi sejumlah gelar juara, salah satunya trofi Liga Champions pada 2004/2005. Namun tim asal Merseyside ini nirgelar di panggung Liga Inggris yang membutuhkan konsistensi tinggi karena pertandingan digelar hampir setiap pekan selama semusim.

Pendukung Liverpool mungkin belum bisa melupakan insiden Steven Gerard saat melawan Chelsea sekitar lima tahun silam. Sebelum laga, Liverpool bertengger di puncak klasemen sementara dengan unggul tiga poin atas Manchester City yang menyisakan satu laga lebih banyak. Mereka juga unggul lima poin atas Chelsea. Jika menang, Liverpool berarti memperlebar jarak atas City dan memaksa Chelsea keluar dari lintasan gelar.

Sayangnya, Gerard yang mencoba mengontrol bola untuk memperbaiki kesalahan rekannya, Mamadou Sakho, malah kepeleset. Pemain Chelsea, Demba Ba, yang berdiri dekat Gerard dengan mudah merebut bola lalu merobek gawang Liverpool, di menit-menit akhir. Liverpool akhirnya kalah 0-2.

Singkat kata, Liverpool harus membayar mahal kesalahan Gerard dengan kehilangan trofi Liga Premier Inggris 2013/2014 yang nyaris dalam genggaman mereka. Musim ini, Liverpool berharap roda nasib terbalik dibandingkan 2013/2014. Setidaknya The Reds menunjukkan mental juara mendekati akhir musim.

Hal itu mereka pertontonkan ketika menundukkan Tottenham Hotspur 2-1 pada matchweek ke-32 di Stadion Anfield, Minggu (31/3/2019) malam WIB. Liverpool nyaris kehilangan dua poin dalam duel di Anfield setelah pemain Spurs, Lucas Moura, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-70 setelah Roberto Firmino mencetak unggul pada babak pertama.

Namun, The Reds akhirnya menuntaskan laga dengan kemenangan dramatis karena para penyerang mereka memaksa bek Spurs, Toby Alderweireld, mencetak gol bunuh diri pada menit ke-90. Liverpool kembali terkerek ke puncak klasemen sementara dengan keunggulan dua poin atas City yang masih menyisakan satu laga lebih banyak.

"Sembilan bulan lalu, kami memulai misi ini, jalur ini, dan ingin melenggang setinggi mungkin di dua kompetisi [Liga Premier dan Liga Champions]. Kami melakukannya dengan cara kami," ujar Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, seperti dilansir dailymail.co.uk.

"Anak-anak sudah banyak peningkatan. Kami harus menemukan cara untuk memenangi laga lebih banyak dari masa sebelumnya. Sejauh ini, itu berhasil. Semuanya bagus. Anak-anak kerja keras dan jika kami bisa finis di puncak setelah laga terakhir nanti, itu [kemenangan atas Spurs lewat gol detik-detik akhir] bakal [dinobatkan] sebagai tekad juara," imbuhnya.

Bukan hanya barisan serang Liverpool yang memperlihatkan tekad juara. Lini belakang Liverpool juga tak kalah menunjukkan kegigihan. Bek termahal di dunia, Virgil van Dijk, pantas dinobatkan sebagai man of the match karena aksi briliannya memimpin pertahanan The Reds. Dia secara heroik memenangi duel dua lawan satu saat menghentikan kerja sama apik dua penyerang Spurs, Moussa Sissoko dan Son Heung-min.