MU Gali Kubur Sendiri

Bek Manchester United, Chris Smalling, mencetak gol bunuh diri yang membuat Wolverhampton Wanderers meraih kemenangan 2-1 pada laga Liga Premier di Molineaux Stadium, Wolverhampton, Rabu (3/4/2019) dini hari WIB. (Reuters - Andrew Boyers)
04 April 2019 08:30 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, WOLVERHAMPTON--Kalah dua kali dari musuh yang sama, di tempat yang sama, dan skor yang sama hanya dalam rentang waktu 17 hari. Itulah penderitaan yang dialami Manchester United di markas Wolverhampton Wanderers.

Setelah disingkirkan Wolves dari perempat final Piala FA medio Maret lalu, United sejatinya mengusung misi balas dendam ketika kembali menginjakkan kaki di Molineux Stadium pada matchweek ke-32 Liga Premier, Rabu (3/4/2019) dini hari WIB. Namun, Setan Merah malah kembali keok 1-2 dari tim promosi tersebut.

Dua kekalahan United di Moineux Stadium itu sama-sama bisa memberi risiko besar bagi Manchester Merah. Di Piala FA, mereka harus angkat kaki dari turnamen. Sedangkan kekalahan di Liga Premier berpotensi mengganjal pasukan Ole Gunnar Solskjaer finis empat besar alias tidak bisa tampil di Liga Champions musim depan!

United gagal kembali ke zona big four setelah sehari sebelumnya Arsenal merangsek ke zona Liga Champions karena menang 2-0 melawan Newcastle United. Manchester Merah harus puas duduk di peringkat kelima. Bahkan United bisa terus melorot ke posisi keenam jika pesaing lain mereka, Chelsea, mampu menundukkan Brighton Hove Albion di Stamford Bridge, Kamis (4/4/2019) dini hari WIB.

Jika memang United tidak bisa finis di zona Liga Champions musim ini, itu sama halnya mereka seperti menggali lubang kubur sendiri. Jika tidak percaya, fans Setan Merah perlu menengok blunder konyol duo bek sentral mereka, Phil Jones dan Chris Smalling, saat tumbang di kandang Wolves kemarin.

Sebuah "lelucon" diperagakan keduanya ketika mencoba membendung serangan Wolves yang berakibat gol bunuh diri sekitar menit ke-77. Itu berawal dari aksi Jones yang mencoba membuang bola dengan sundulan di kotak penalti. Namun, bola itu mengarah ke Smalling dan berbelok masuk ke gawang timnya. Kiper United, David de Gea, yang biasa menjadi pahlawan penyelamat tim, sudah mati langkah untuk membendung gol bunuh diri Smalling dari jarak dekat itu. Meme-meme tentang kekonyolan Smalling dan Jones sontak viral di media sosial. Termasuk raut panik Jones yang selama ini sudah sangat familiar.

"Start yang sangat bagus, kami seharusnya bisa menjadikannya tiga poin [kemenangan] tapi kami mengkreasi kekalahan kami sendiri," jelas Solskjaer, seperti dilansir guardian.com.

Sekitar 20 menit sebelum Smalling dan Jones "bekerja sama" untuk menciptakan gol bunuh diri, United kehilangan Ashley Young yang dikartu merah karena tekel brutal kepada Diogo Jota. Young sepertinya panik setiap kali melihat Jota mendapat bola. Hal itu bisa dimaklumi karena Jota sempat membawa Wolves menyamakan kedudukan setelah timnya tertinggal gol Scott McTominay di babak pertama.

Apakah Smalling-Jones dan Young semata-mata yang harus bertanggung jawab atas kekalahan United? Tentu tidak karena sepak bola permainan tim. Bahkan, jika ditengok performa secara individu, beberapa pemain United lainnya juga tampil di bawah standar. Paul Pogba yang menjadi pemain United paling melejit di era Solskjaer terlihat frustrasi karena dibuat terisolasi oleh para pemain Wolves.

Wolves memang selalu memiliki resep untuk menjinakkan tim raksasa. Terbukti, tim polesan Nuno Espirito Santo itu meraih 10 poin dari sembilan duel melawan big six di Liga Premier musim ini. Mereka menjadi tim di luar zona big six yang paling banyak mengeruk poin dari duel melawan tim enam besar. Itu bahkan belum termasuk keberhasilan Wolves menyingkirkan Liverpool dan United dari Piala FA musim ini.

Pendukung Wolves pantas berharap lebih. Karena Wolves kembali berpeluang ikut memanaskan persaingan sengit dua slot terbawah di zona big four bersama Arsenal, Tottenham, United, dan Chelsea. "Itu membuatku bangga bisa melakukannya [comeback dari ketertinggalan] melawan Manchester United, anak-anak melakukannya tugas dengan sangat bagus," jelas Espirito Santo yang merayakan kemenangan timnya dengan berkali-kali meninjukkan kepalan tangan ke udara dan diikuti sorak-sorai pendukung Wolves, seperti dilansir skysports.com.