Ultras Inter Milan Emoh Rayakan Gol Icardi, Ada Apa?

Kapten Inter Milan, Mauro Icardi. (Reuters/Jennifer Lorenzini)
05 April 2019 00:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MILAN - “Icardi bukan lagi bagian dari Inter, dan mulai sekarang akan diperlakukan demikian.” Kalimat itu adalah pernyataan Curva Nord, kelompok pendukung garis keras Inter Milan saat mengetahui Mauro Icardi akan kembali bermain saat melawan Genoa di Luigi Ferraris, Kamis (4/4/2019) dini hari WIB.

Saat pertandingan, tak ada sambutan bak pahlawan yang biasa diberikan pendukung Inter pada Icardi. Drama perpanjangan kontrak sang pemain dua bulan terakhir tampaknya membuat pendukung fanatik Nerazzurri jengah. Mereka menganggap Icardi tak lagi layak mengenakan seragam hitam-biru kebesaran Inter Milan.

Dalam pernyataannya, Curva Nord bahkan mendesak Inter mendepak striker 25 tahun itu secepatnya. Sikap keras Curva Nord tak berubah meski Icardi menyumbangkan satu gol dan satu assist dalam laga comeback-nya di Luigi Ferraris.

Setelah unggul 1-0 lewat gol Roberto Gagliardini di menit ke-15, Icardi menggandakan keunggulan Inter lewat titik putih di menit ke-40. Kelompok garis keras sempat bersorak saat Icardi menjebol gawang Genoa yang dijaga Ionut Radu. Namun tak berapa lama pentolan Curva Nord meminta suporter Inter tidak merayakan gol tersebut.

Pemimpin Ultras berpakaian putih tampak memberi gestur penolakan lewat tangannya sambil berbicara dengan megafon. Saat Icardi memberi assist bagi Ivan Perisic untuk gol ketiga Inter, tribune Curva Nord juga tak terlalu antusias.

Icardi dan Curva Nord sebelumnya memang punya sejarah perselisihan. Pada 2016, Icardi membuat Curva Nord marah gara-gara cerita di otobiografinya. Sebuah cerita di buku tersebut dianggap menyudutkan Curva Nord sebagai kelompok antagonis dan pengancam. Mereka pun meminta Icardi menanggalkan ban kapten.

Namun pembelaan datang dari Luciano Spalletti. Meski beberapa kali mengutarakan kekesalannya terhadap ulah Icardi, Spalletti menilai sang pemain mulai kembali ke karakternya saat membantu Inter membungkam Genoa. Tak hanya mengemas satu gol dan satu assist, eks striker Sampdoria ini mencatat akurasi umpan 100%.

“Icardi butuh bermain dan bekerja lebih banyak bersama tim di lapangan. Andai Anda memberi, maka Anda menerima," kata Spalletti dilansir Football Italia, Kamis.

Kemenangan telak atas Genoa sendiri cukup istimewa bagi Nerazzurri. Itu menjadi kemenangan perdana mereka di Luigi Ferraris sejak Desember 2011. Sebelumnya Inter melalui enam lawatan ke markas Genoa dengan lima kekalahan dan satu imbang. Tiga poin tersebut membuat Nerazzurri kokoh di peringkat tiga klasemen dengan 56 poin, selisih empat poin dari rival sekota, AC Milan.