Pesan Dortmund ke Munchen: Persaingan Belum Berakhir!

Bayern Munchen vs Borussia Dortmund (Reuters/Kai Pfaffenbach)
08 April 2019 15:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MUNICH - Pemain Bayern Munchen, Serge Gnabry, memeragakan selebrasi memasak seusai dirinya merobek gawang Borussia Dortmund di Allianz Arena, Sabtu (7/4/2019) malam WIB. Bersama rekan setimnya David Alaba, Gnabry berlagak seperti koki yang sedang menggoyang-goyangkan panci sekaligus menaburkan bumbu penyedap.

Bayern memang pantas berpesta dengan selebrasi memasak yang terinspirasi dari laga basket NBA tersebut karena menang telak 5-0 melawan rival abadi mereka pada der klassier edisi ke-100 ini. Gol Gnabry merupakan gol keempat pada pertandingan tersebut. Dia melesakkannya setelah menerima assist Thomas Muller pada menit ke-43.

Bayern memang langsung on fire dengan melesakkan empat gol di babak pertama. Selain Gnabry, Mats Hummels, Rober Lewandowski, dan Javi Martinez masing-masing menyumbang satu gol sebelum jeda turun minum. Lewandowski bahkan melengkapi penampilannya dengan brace pada babak kedua.

"Kami sangat gembiara, segalanya berjalan sesuai rencana," ujar Lewandowski, seperti dilansir Reuters.

Kemenangan telak ini mengerek kembali Bayern ke posisi puncak klasemen sementara Bundesliga Jerman. Die Roten, julukan Bayern, melangkahi Dortmund dengan keunggulan sebiji poin dalam enam laga tersisa. Meski mengambil alih pacuan gelar juara Bundesliga, Die Roten tidak mau terlena dalam enam laga tersisa. Apalagi, dua dari enam laga tersisa Bayern terbilang tricky, yakni melawan dua tim zona Liga Champions, RB Leipzig (away) dan Eintracht Frankfurt (home).

Kubu Dortmund mengakui bermain buruk. Namun Jadon Sancho dkk. enggan melempar handuk di perburuan gelar dari Bayern yang mengincar titel ketujuh mereka secara beruntun di Bundesliga. Dortmund bisa menengok ketika mereka menuntaskan musim 2001/2002 sebagai juara meski sempat tertinggal sebiji poin dari Bayer Leverkusen pada spieltag ke-28.

"Tidak ada poin bagi kami membicarakan titel jika kami bermain seperti itu lagi, namun dengan gap satu poin dan banyak hal bisa berubah di Bundesliga," koar kapten Dortmund, Marco Reus, seperti dikutip bundesliga.com.

Reus menjelaskan alasan performa buruk timnya di Allianz Arena. Dia menilai penempatan pemain dalam timnya terlalu longgar. Serangan mereka juga tidak segarang biasanya. Bahkan, Reus tidak mampu melepaskan satu pun tembakan ke gawang Bayern plus hanya sekali melakukan sentuhan bola di kotak pertahanan lawan.

"Kami ingin menekan dan berharap bisa menekan mereka dengan formasi 4-3-3. Mereka memakai line-up 4-2-3-1, itu bukan masalah, namun kami berdiri terlalu jauh satu dengan yang lain dan kami tidak bisa memberi tekanan. Ketika sata berlari ke Mats Hummels, dia hanya memberikan bola ke Thiago [Alcantara] dan dia memberinya ke Niklas Sule dan seperti itu, sulit [mendapat bola]. Kami berada di level satu juta km lebih di belakang performa kami biasanya di semua area," ulas Reus.