Liverpool Vs FC Porto: Sejarah Memihak The Reds

Roberto Firmino (Reuters - Paul Childs)
09 April 2019 09:37 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LIVERPOOL--Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, pernah berujar Porto bukanlah salah satu lawan yang ingin ditemui timnya. Namun, apa yang terlontar di bibir Klopp tidak bisa dipercaya begitu saja.

Sebab, jika menengok konstestan perempat final lainnnya, Porto yang paling tidak diunggulkan di bursa taruhan. Maka tak salah apabila Liverpool diprediksi dengan mudah menyingkirkan Porto pada perempat final Liga Champions musim ini.

Alasan lainnya, Liverpool tak pernah kalah dalam tiga duel terbaru melawan tim berjuluk Dragoes (Sang Naga) tersebut di Liga Champions. Musim lalu, Liverpool bahkan menyingkirkan tim asal Portugal itu dengan agregat kemenangan 5-0 pada babak 16 besar turnamen terelite di Eropa ini.

Justru berkaca dari hasil pertemuan musim lalu itu yang membuat Klopp sebenarnya tidak ingin anak buahnya bertemu dengan Sang Naga. Porto akan berusaha meluapkan kemarahan mereka atas kekalahan musim lalu ketika kedua tim kembali dipertemukan pada leg pertama perempat final di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (10/4/2019) pukul 02.00 WIB.

"Satu-satunya klub di delapan besar yang menginginkan kami adalah Porto. Tim-tim lain ingin menghindari kami, namun Porto sangat senang punya kesempatan melawan kami. Saya tahu karena mentalitas mereka. [Pelatih Porto, Sergio] Conceicao merupakan pelatih yang pintar memotivasi dan dia akan memakai itu untuk memotivasi timnya. Motivasi bukan kata yang tepat. Tapi balas dendam. Mereka ingin sesuatu yang besar," jelas asisten Klopp, Pep Lijnders, seperti dilansir liverpoolecho.co.uk, Senin (8/4/2019).

Namun, dendam Porto sepertinya sulit terbalaskan. Sejarah membuktikan, dalam 18 kunjungan terbaru ke Inggris, Porto selalu pulang tanpa kemenangan. Dua di antaranya terjadi di Anfield. Musim lalu, Porto bermain imbang 0-0 di markas tim Merseyside tersebut. Bahkan, sekitar 10 tahun sebelumnya, mereka dipermak Liverpool di Anfield dengan skor 1-4 pada fase grup Liga Champions 2007/2008.

Liverpool akan berusaha meraih hasil semaksimal mungkin pada leg pertama di kandang. Roberto Firmino dkk. ingin lebih tenang ketika gantian melawat ke markas Porto pada leg kedua. Sebab The Reds masih harus melakoni laga-laga penting di Liga Premier pada April ini. Meski berambisi mengakhiri paceklik gelar di Liga Premier sejak 1990, bukan berarti Liverpool ingin melepas peluang menjuarai Liga Champions musim ini. Mereka bahkan ingin lebih baik dibandingkan ketika menembus final di Liga Champions musim lalu.

"Liverpool tim yang sangat ambisius. Setelah laga melawan Southampton, para pemain ingin pulih secepatnya dan siap bertarung melawan Porto di Liga Champions. Kami akan kerahkan segala cara untuk menang, khususnya di Anfield dan ini adalah perempat final, jadi tidak boleh main-main. Ini akan jadi laga yang sangat besar," ujar Klopp, seperti dilansir guardian.com.

Winger Liverpool, Mohamed Salah, berharap besar aliran golnya berlanjut. Pemain asal Mesir itu mengakhiri dahaga golnya dalam delapan laga dengan merobek gawang Southampton akhir pekan lalu. Tentu Salah harus menghadapi barisan belakang Porto terlebih dahulu. Lini belakang Porto diperkuat bek Pepe dan kiper Iker Casillas, yang sama-sama berpengalaman membawa Real Madrid juara Liga Champions.

"Saya sudah pernah menjuarai Liga Champions tiga kali [bersama Real Madrid] dan musim ini bisa menjadi kali keempat dalam karierku, semoga Tuhan mengabulkan! Kami tahu menghadapi laga yang sangat sulit, melawan sebuah tim yang sangat kuat seperti Liverpool yang bermain dengan penuh gaya bersama pelatih mereka," ujar Pepe, seperti dikutip uefa.com.

 

Perkiraan Starting XI

Liverpool (4-3-3): Alisson; Alexander-Arnold, Matip, Van Dijk, Milner; Wijnaldum, Fabinho, Henderson; Salah, Firmino, Mane. Pelatih: Jurgen Klopp (Jerman)

FC Porto (4-4-2): Casillas; Pereira, Militao, Felipe, Telles; Otavio, Pereira, Torres, Corona; Marega, Soares.  Pelatih: Sergio Conceicao (Portugal)