Persis Solo Bermarkas di Madiun hingga Akhir Musim?

Puluhan orang menonton pertandingan antara Persis Solo melawan Persika Karawan di tribun timur Stadion Wilis Kota Madiun, Rabu (3/10 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 April 2019 21:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Persis Solo kemungkinan besar bakal menggunakan Stadion Wilis, Madiun, sebagai markas sementara hingga akhir musim Liga 2 2019. Hal tersebut mengantisipasi molornya renovasi Stadion Manahan, Solo, yang ditarget selesai Desember 2019. Tak hanya untuk bertanding, Persis akan menjadikan Stadion Wilis sebagai lokasi latihan reguler saat kompetisi berlangsung (homeground).

Ketua Panpel Persis Solo, M. Badres, mengatakan pengelola Stadion Wilis maupun pemerintah daerah setempat menyambut baik rencana Persis yang ingin kembali bermarkas di Madiun. Menurut Badres, Persis telah menjalin hubungan baik dengan otoritas setempat sehingga tak sulit untuk mendapatkan izin menggunakan lapangan. 

“Dari awal kami sebenarnya sudah feeling bakal kembali ke Madiun, makanya kami terus menjaga silaturahmi dengan mereka. Keberadaan Setiawan Muhammad sebagai manajer baru Persis juga mempermudah komunikasi. Sejauh ini mereka sangat welcome,” ujar Badres saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (9/4/2019).

Badres mengatakan Persis kemungkinan besar bakal menetap di Madiun seperti musim lalu. Opsi bolak-balik Madiun-Solo dianggap kurang ideal karena dapat menguras tenaga dan biaya. Apalagi Badres memperkirakan Laskar Sambernyawa bakal ber-homeground di Stadion Wilis hingga akhir musim. 

Menurut Badres, panpel perlu mengantisipasi molornya renovasi markas Persis yakni Stadion Manahan. Kontraktor proyek, PT Adhi Karya, sebelumnya memperkirakan proses renovasi bakal rampung Desember 2019. Adapun kick off Liga 2 2019 kemungkinan bakal berlangsung pertengahan Mei. 

“Itu [selesai Desember] kalau on time. Kami perlu mengantisipasi molornya proyek dengan menetap di Wilis hingga kompetisi selesai. Namun apabila kami lolos delapan besar, bisa saja kami kembali ke Manahan. Kami menyesuaikan progress pembangunan saja,” kata dia.

Disinggung perbaikan fasilitas stadion yang sebelumnya disuarakan suporter Persis, Badres mengaku sudah berkomunikasi dengan pengelola stadion. Menurutnya, pengelola kini sudah memasang pendingin ruangan di kamar ganti sehingga pemain lebih nyaman. 

Ihwal pembenahan rumput yang bergelombang, panpel Persis juga sudah menyampaikan hal itu pada pengelola stadion. “Kami sudah menekankan pembenahan rumput dan bench pemain. Semoga segera ada tindak lanjut.”

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Paulus Haryoto, mengaku terus memantau perkembangan renovasi Stadion Manahan yang berbiaya mencapai Rp301 miliar tersebut. Dari sidak terakhirnya, renovasi stadion kemungkinan besar bakal rampung akhir 2018. Lelaki yang juga Ketua Asprov PSSI Solo ini berharap keberadaan Stadion Manahan nantinya bisa semakin mendorong prestasi olahraga di Kota Solo. 

“Tak hanya stadion sepak bola, kompleks Stadion Manahan akan dibangun sebagai kompleks olahraga,” ujarnya.