City Dibekuk Tottenham, Strategi Guardiola Disorot

Josep Guardiola (Reuters/Jason Cairnduff)
10 April 2019 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON - Manajer Manchester City, Josep "Pep" Guardiola, merupakan salah satu pelatih yang jarang mendapat kritikan. Tapi, pemilihan strategi eks juru taktik Barcelona dan Bayern Munchen tersebut mendapat sorotan tajam dari sejumlah jurnalis dan pundit ketika timnya takluk 0-1 pada leg pertama perempatfinal Liga Champions di markas Tottenham Hotspur, Rabu (10/4/2019) dini hari WIB.

Tak ada nama Kevin de Bruyne dan Leroy Sane dalam starting XI. Padahal, Guardiola juga tak bisa memainkan Bernardo Silva yang cedera. Pelatih berkepala plontos ini lebih memilih menempatkan Riyad Mahrez di sayap kanan. Anehnya, pelatih berjuluk Filsuf ini memainkan dua gelandang bertahan sekaligus, Fernandinho dan Ilkay Gundogan.

Strategi yang cenderung defensif ini sangat jarang dilakukan Guardiola. Biasanya, pelatih berusia 48 tahun ini lebih suka memakai seorang gelandang bertahan yang diapit dua gelandang kreator. Guardiola seolah mengingkari prinsipnya. City juga seperti lupa bagaimana cara memainkan sepak bola indah.

"Saya memilih memainkan dua gelandang bertahan di posisi itu agar lebih solid. Saya putuskan untuk memilih pemain lain [selain De Bruyne]. Saya tahu itu jadi pikirannya [De Bruyne]," ungkap Guardiola, seperti dilansir sports.yahoo.com.

Pundit sepak bola asal Inggris, Martin Keown, yakin pemilihan line-up yang janggal dari Guardiola itu ada hubungannya dengan kekalahan City 0-3 pada perempatfinal Liga Champions di kandang Liverpool, musim lalu. Guardiola mungkin masih trauma sehingga terpaksa memainkan strategi yang cenderung defensif.

Penempatan Fabian Delph di sisi kiri pertahanan juga menjadi sorotan. Delph kehilangan fokus dan gagal mengawal Son Heung-min pada babak kedua. Kelengahan Delp harus dibayar mahal oleh City. Gawang mereka kebobolan Son sekitar menit ke-73.

"Semoga, suporter kami bisa mendukung setiap menit [untuk leg kedua]. Semoga Etihad akan penuh dengan suporter kami. Kami tahu apa yang harus kami lakukan: mencetak banyak gol, bermain sebagus mungkin. Kami akan berusaha," ujar Guardiola.

Son memberi peruntungan bagi Spurs setelah kehilangan Harry Kane yang dipapah keluar lapangan karena cedera pada menit ke-58. Pemain asal Korea Selatan ini tercatat sebagai pemain Spurs pertama yang mencetak gol di Tottenham Hotspur Stadium pada Liga Champions. Son sebelumnya juga menahbiskan diri sebagai orang pertama yang mencetak gol di Tottenham Hotspur Stadium pada pertandingan Liga Premier Inggris setelah menjebol gawang Crystal Palace, akhir pekan lalu.