Agus Yuwono: Pelatih Bukan Tukang Sulap

Agus Yuwono (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
10 April 2019 14:55 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, KARANGANYAR — Persis Solo kembali mempertanyakan kejelasan sepak mula (kick off) ajang Liga 2 2019. Masih buramnya jadwal kompetisi membuat tim pelatih kesulitan menyusun program latihan yang terukur. Terakhir, muncul informasi sepak mula Liga 2 bakal digelar pertengahan Mei atau dua pekan setelah dimulainya Liga 1 2019 (8 Mei).

Jika kabar tersebut benar adanya, artinya kick off Liga 2 bakal bergulir bertepatan dengan Bulan Ramadan. Sebelumnya santer dikabarkan kompetisi kasta kedua di Indonesia itu bakal dimulai Juni atau setelah Hari Raya Idul Fitri. 

Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono, mengatakan ketidakjelasan kick off kompetisi cukup menyulitkan pelatih dalam menyusun program latihan berkelanjutan. “Kalau ada kepastiannya kan enak. Masalahnya sampai sekarang kami belum tahu kapan kompetisi bakal dimulai,” ujar lelaki yang akrab disapa AY itu saat ditemui wartawan di Lapangan Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Selasa (9/4/2019).

AY mengaku belum mendengar rencana kick off dimajukan menjadi pertengahan Mei. Pelatih asal Malang ini mendorong operator kompetisi melakukan kajian terlebih dulu apabila Liga 2 jadi diputar pada Bulan Ramadan. Dia mengingatkan laga di Bulan Puasa idealnya digelar malam hari. 

Padahal belum semua klub memiliki stadion dengan pencahayaan mumpuni. Agus menyebut masalah bisa semakin runyam apabila kompetisi menemui jeda setelah sepak mula. 

“Misal dipaksakan satu kali main terus enggak main [karena jeda Lebaran], pelatih susah mencari peak performance [puncak performa] lagi. Pelatih bukan tukang sulap,” tutur eks juru taktik Perseru Serui tersebut. 

Lebih jauh, Agus Yuwono memastikan tim tetap berlatih rutin ketika memasuki Bulan Puasa. Dia hanya mengurangi porsi latihan dengan mencoret latihan pada pagi hari. “Hanya latihan sore,” kata dia. Disinggung soal rencana pemusatan latihan di Tawangmangu, Karanganyar, AY belum bisa memberi jawaban. “Menunggu persetujuan manajemen,” ujarnya.