Arsenal Waspadai Dendam Pribadi Ancelotti

Pemain Arsenal berlatih di Arsenal Training Centre, St Albans, London, Rabu (10/4/2019), jelang laga melawan Napoli pada perempat final Liga Europa. (Reuters - Matthew Childs)
11 April 2019 09:30 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON—Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, bisa jadi bakal mengusung dendam pribadi ketika timnya melawat ke markas Arsenal pada leg pertama perempat final Liga Europa di Emirates London, Jumat (12/4/2019) pukul 02.00 WIB.

Carlo Ancelotti dan Pelatih Arsenal, Unai Emery, terlibat rivalitas dalam karier manajerial. Persaingan itu dimulai pada April 2018 silam. Saat itu, pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, mengumumkan rencananya mundur dari jabatan yang sudah diemban selama 22 tahun.

Sejumlah pelatih top dispekulasikan bakal menggantikan posisi Wenger, salah satunya adalah Ancelotti. Bahkan, nama Ancelotti disebut-sebut muncul dalam bursa pelatih baru Arsenal karena rekomendasi langsung dari Wenger.

Untuk urusan pengalaman, Ancelotti memang pantas dikedepankan. Dia ikut membantu klub besar Eropa, yakni AC Milan, Chelsea, Real Madrid, dan Bayern Munich, meraih titel domestik. Bukan hanya itu, Ancelotti membawa Madrid dan Milan meraih trofi Liga Champions.

Posisi Ancelotti kala itu sedang menganggur karena dipecat Bayern Munich ketika musim 2017/2018 belum berakhir. Tapi Arsenal ternyata lebih memilih Emery untuk menggantikan posisi Wenger. Emery yang ketika itu masih menangani Paris Saint Germain (PSG) akhirnya merapat ke Arsenal awal musim ini. Sedangkan Ancelotti menerima tawaran Napoli.

"Saya sangat menghormati setiap pelatih. Ancelotti adalah pelatih top. Kariernya luar biasa," ujar Emery memuji koleganya, seperti dilansir uefa.com, Rabu (10/4/2019).

Emery tidak pantas berkecil hati ketika bertemu Ancelotti. Apalagi pertemuan ini terjadi di Liga Europa. Turnamen kasta kedua di Eropa ini merupakan panggung spesial bagi pelatih asal Spanyol itu. Tak tanggung-tanggung, Emery membawa Sevilla meraih hattrick juara Liga Europa masing- musim 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016.

Tapi musim ini, Emery perlu menuntut konsistensi timnya jika ingin sukses di Liga Europa. Maklum, performa Arsenal masih angin-anginan. Arsenal lolos ke perempat final Liga Europa setelah melewati perjuangan dramatis dengan menyingkirkan BATE pada babak 32 besar dan Rennes pada babak 16 besar.

Dalam dua fase knock-out Liga Europa musim ini tersebut, The Gunners selalu kalah pada leg pertama yang dimainkan di kandang lawan. Mereka barus bangkit pada leg kedua di Emirates. Celakanya, pada perempat final ini, Arsenal akan melakoni leg kedua di kandang Napoli.

"Musim lallu, kami gagal menembus final. Musim ini kami ingin terus melaju dan bermain sampai tuntas. Kami sadar kami bermain lebih baik ketika di kandang dibandingkan tandang," ujar striker Arsenal, Alexandre Lacazette.

Emery mungkin lebih memilih memainkan Pierre Emerick Aubameyang sebagai starter di lini depan timnya. Auba mengoleksi empat gol dan satu assist di Liga Europa musim ini.

Dia akan beradu ketajaman dengan striker Napoli, Lorenzo Insigne, yang melesakkan 13 gol di semua kompetisi musim ini. Insigne kembali pulih dari cedera dan telah dijajal bermain selama 23 menit ketika melawan Genoa, akhir pekan lalu.

 

Perkiraan Starting XI

Arsenal (3-4-2-1): Cech; Mustafi, Koscielny, Sokratis; Maitland-Niles, Xhaka, Torreira, Kolasinac; Ramsey, Iwobi; Aubameyang. Pelatih: Unai Emery (Spanyol)

 Napoli (4-4-2): Meret; Malcuit, Maksimovic, Koulibaly, Rui; Callejon, Allan, Ruiz, Zielinski; Insigne, Mertens. Pelatih: Carlo Ancelotti (Italia)