Liga Inggris: MU Waspada Sindrom Pasca-Eropa

Paul Pogba (Reuters)
13 April 2019 09:51 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTER--Manchester United memasuki momen krusial April ini. Mereka dituntut bertahan di Liga Champions. Namun di sisi lain, pasukan Ole Gunnar Solskjaer harus bersusah payah agar finis empat Liga Premier musim ini.

Setan Merah, julukan United, dituntut membalikkan ketertinggalan 0-1 ketika bertamu ke markas Barcelona, di Camp Nou, tengah pekan depan, jika masih ingin bertahan di Liga Champions. Tapi sebelum itu, Marcus Rashford cs. harus menjalani laga yang tak kalah krusial menjamu West Ham United di Old Trafford, Manchester, Sabtu (13/4/2019) pukul 23.30 WIB.

Duel melawan West Ham sangat menentukan nasib United untuk finis di empat besar Liga Premier. Saat ini, Setan Merah berada di urutan terakhir dibandingkan tiga pesaing langsung mereka di zona big four. Yakni Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Arsenal.

Setan Merah masih menyimpan enam laga di Liga Premier musim ini. Jadwal United untuk sisa April ini pun sangat "mengerikan". Setelah melawan West Ham, mereka akan bertamu ke markas Everton kemudian menjamu Manchester City dan Chelsea!

"Kami perlu poin sebanyak mungkin dan saya pikir jika kami bisa mendapatkan 15 poin [dari 18 poin yang mungkin diperoleh], kami bisa merangkak ke tiga besar karena kami berharap bisa mengalahkan Chelsea [sebagai pesaing langsung ke zona Big Four]. Namun sekarang kami fokus pada West Ham dan fokus untuk tampil bagus guna meraih tiga poin,," ujar Solskjaer dalam jumpa pers sebelum laga, seperti dilansir manchestereveningnews.co.uk, Jumat (12/4/2019).

Bentrok melawan West Ham digelar hanya selang tiga hari setelah mereka tumbang 0-1 dari Barca pada leg pertama perempat final Liga Champions di Old Trafford. United harus waspada dengan sindrom pasca-Eropa. Dalam catatan Opta, Setan Merah tak pernah menang dalam empat pertandingan Liga Premier yang dimainkan setelah mereka turun di Liga Champions. Masing-masing kalah dari Arsenal, Liverpool, dan Manchester City plus ditahan imbang di markas Southampton.

Celakanya, skuat Setan Merah dalam kondisi compang-camping karena badai cedera dan sanksi. Sebagian dari mereka merupakan full-back. Bukan hal mustahil United tidak akan bisa memainkan satu pun full-back ketika menjamu The Hammers.

"Tidak banyak yang tersisa, kami kehilanngan Luke [Shaw] dan Ashley [Young] karena sanksi. Antonio [Valencia] belum fit. Mungkin Matteo [Darmian] bisa main dari bench dan [Marcos] Rojo mulai latihan," jelas Solskjaer kepada MUTV.

Solskjaer kemungkinan sedikit merotasi pemain mengingat timnya masih harus bertamu ke markas Barca tengah pekan depan. Anthony Martial yang turun dari bangku cadangan saat menjamu Barca kemungkinan dipasang sebagai starter. Dia akan berduet dengan Romelu Lukaku yang moncer dengan enam gol dalam lima pertandingan kandang terbarunya di Liga Premier kontra The Hammers.

Sementara West Ham berharap bisa meneruskan tren tak terkalahkan dalam dua pertemuan terbaru melawan United. Dalam duel paling gres, The Hammers tak tanggung-tanggung menang telak 3-1 di London Stadium, September 2018. Tapi ingat, saat itu United masih dipoles pelatih lama mereka, Jose Mourinho.

"Dua laga lalu [sebelum United kalah dari Wolverhampton dan Barca], Solskjaer mungkin manajer terbaik di Liga Premier karena dia banyak mengubah Manchester United. Namun sepak bola terus berubah, hasil di setiap laga bisa berbeda, Anda harus terus bekerja sampai akhir musim," ujar Manajer West Ham, Manuel Pellegrini.

 

Perkiraan Starting XI

Manchester United (4-3-1-2) Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer (Norwegia)

De Gea; Dalot, Smalling, Lindelof, Darmian; Fred, McTominay, Pogba; Lingard; Lukaku, Martial

West Ham United (4-2-3-1) Pelatih: Manuel Pellegrini (Chile)

Fabianski; Fredericks, Diop, Balbuena, Cresswell; Rice, Noble; Arnautovic, Lanzini, Anderson; Chicharito