Liverpool Vs Chelsea: Jangan Ada Insiden Gerrard Terpleset Jilid II

Liverpool vs Chelsea (Reuters/Lee Smith)
14 April 2019 16:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LIVERPOOL - Pada 27 April 2014 menjadi momen yang menyesakkan dada pendukung Liverpool. Saat itu, tim kesayangan mereka menjamu Chelsea pada matchweek ke-36 Liga Premier Inggris 2013/2014 di Stadion Anfield.

Liverpool menyandang status pemuncak klasemen sementara Liga Inggris. Tim berjuluk The Reds ini unggul tiga poin atas pesaing terdekat mereka di jalur juara, Manchester City, yang menyisakan satu laga lebih banyak. Kemenangan atas Chelsea otomatis bakal semakin mendekatkan Liverpool ke tangga juara, sekaligus memberi tekanan besar kepada pesaing mereka asal Manchester.

Namun, Liverpool polesan Brendan Rodgers tersebut justru membuat sebuah kecerobohan yang sulit diampuni. Kapten mereka ketika itu, Steven Gerrard, terpleset saat menerima umpan rekan setimnya, Mamadou Sakho. Pemain Chelsea, Demba Ba, yang berada tak jauh dari Gerrard langsung menyerobot bola dan berlari ke pertahanan Liverpool sampai akhirnya mencetak gol pada menit ke-45+5. Liverpool kembali kebobolan dan akhirnya menyerah 0-2.

Insiden terplesetnya Gerrard itu harus dibayar mahal Liverpool. Tim asal Merseyside ini gagal menuntaskan penantian panjang meraih trofi Liga Premier Inggris sejak 1989/1990 yang nyaris berada dalam genggaman mereka. Manchester City yang akhirnya meraih gelar juara dengan unggul dua poin atas Liverpool.

Peristiwa buruk lima tahun lalu itu seolah kembali membayangi Liverpool saat kembali menjamu Chelsea pada matchweek ke-34 di Anfield, Minggu (14/4/2019) pukul 22.30 WIB. Saat ini, Liverpool memimpin jalur perebutan gelar Liga Premier dengan keunggulan dua poin atas City yang menyisakan satu pertandingan lebih banyak.

Liverpool tentu tak mau mengalami insiden "Gerrad terpleset" jilid kedua. Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, sangat yakin timnya telah belajar dari kesalahan yang mematahkan hati pendukung The Reds tersebut. "Saya tidak berpikir sedetik pun tentang 2014 sampai saya masuk ruangan ini. Tidak sedetik pun. Mengapa saya harus memikirkan itu? Tidak ada yang perlu dilakukan oleh kami dengan hal itu. Kali ini benar-benar sebuah cerita baru," jelas Klopp seperti dilansir liverpoolecho.co.uk, Sabtu (13/4/2019).

Klopp ada benarnya. Warna jersey yang dipakai pemain Liverpool masih sama. Namun, karakter personel pemain di lapangan dan pelatih Liverpool saat ini sudah sangat jauh berbeda dibandingkan lima tahun silam. Hanya ada tiga pemain di skuat Liverpool yang tersisa sejak peristiwa itu, yakni Jordan Henderson, Daniel Sturridge, dan Simon Mignolet. Ketiganya juga belum tentu bermain sebagai dalam duel di Anfield nanti.

"Tidak penting membicarakan apa yang terjadi 2014 lalu. Itu terlalu lama. Segalanya sudah beda. Kami punya musim yang positif tentang diri kami. Anak-anak sudah belajar dengan sangat bagus sejauh ini. Hal terbaik yang bisa Anda katakan dan mengapa kami masih berpeluang memperebutkan gelar juara. Itu brilian," ujar Klopp.

Tapi Liverpool tidak bisa mengenyampingkan fakta Chelsea merupakan musuh menyulitkan di Anfield. Padahal Anfield dikenal angker bagi para tamu. The Reds tidak pernah menang dalam enam perjamuan terbaru melawan tim asal London Barat tersebut di Liga Premier Inggris, dengan perincian dua kali kalah dan empat kali imbang.

Chelsea sendiri mulai bangkit setelah sempat mengalami turbulensi dengan meraih meraih streak kemenangan dalam empat laga terakhir, termasuk mencetak tiga clean sheets beruntun. The Blues pun kembali ke posisi empuk dalam persiangan zona big four.