PSG Dihajar Lille 1-5, Mbappe: Kami Seperti Pemula

Lille vs PSG (Reuters/Pascal Rossignol)
15 April 2019 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, LILLE — Kylian Mbappe tak mampu menutupi rasa frustrasinya saat Paris Saint Germain (PSG) dipermalukan Lille dengan skor 1-5 di Stade Pierre Mauroy, Senin (15/4/2019) dini hari WIB. Tak hanya membuat tim kembali gagal mengunci gelar Ligue 1, kekalahan telak tersebut memberi noda dalam sejarah PSG.

Ini kali pertama Les Parisiens kebobolan lima gol dalam satu laga di Prancis sejak dikuliti Sedan dengan skor 1-5 pada tahun 2000. Hasil itu juga menjadi kekalahan terbesar PSG di Ligue 1 sejak 2010. Seusai laga, Mbappe menyebut hasil memalukan di markas Lille adalah kesalahan para pemain PSG. Bintang Timnas Prancis itu bahkan menyebut timnya tampil seperti seseorang yang baru bermain sepak bola.

“Kami akan tetap menjadi juara pada akhirnya. Namun ketika Anda kalah, Anda harus kalah dengan cara tertentu. Anda tidak ingin kehilangan karakter dengan cara seperti ini, [kebobolan] tiga, empat dan lima gol. Itu tidak normal. Hari ini kami bermain seperti pemula,” ujar striker 20 tahun itu seperti dilansir Sportskeeda, Senin.

Petaka PSG sudah dimulai sejak menit ketujuh saat Thomas Meunier membuat gol bunuh diri. Sempat menyamakan kedudukan lewat Juan Bernat empat menit berselang, Les Parisiens kembali bernasib sial setelah Bernat dikartu merah di menit ke-36 karena menjegal Nicolas Pepe di kotak terlarang. Di babak kedua PSG benar-benar hancur setelah Pepe, Jonathan Bamba, Gabriel dan Jose Fonte bergiliran menjebol gawang Alphonse Areola.

Berbeda dengan Mbappe, Thomas Tuchel lebih memilih menyalahkan wasit Benoit Bastien atas kekalahan timnya melawan Les Douges, julukan Lille. PSG menyayangkan wasit tidak mengecek VAR terlebih dulu sebelum memberi kartu merah langsung pada Barnet.

Tuchel sempat berkata pada Direktur Olahraga PSG, Henrique, bahwa wasit dan ofisialnya saat itu adalah orang yang sama ketika PSG disingkirkan Guingamp dari Coupe de France. “Mereka menghadiahi [lawan] tiga penalti saat kami bentrok dengan Guingamp,” tukas Tuchel. “Ya, saya tahu, ini orang yang sama,” jawab Henrique.

Kemenangan tersebut membuat Lille mengantongi 64 poin dan menipiskan jarak dengan PSG menjadi 17 poin. Dengan sisa enam pekan, Lille yang kini berada di posisi kedua masih bisa menyalip PSG andai menyapu bersih laga tersisa.

Namun skenario itu bisa dibilang hampir mustahil karena Marco Verratti dkk. juga harus kalah di tujuh laga sisa mereka musim ini. Tengah pekan ini PSG diyakini tak akan melepas momen pesta mereka saat melawat ke kandang Nantes.