Laga Uji Coba: Persebi Boyolali Bekuk Persiwi Wonogiri

Skuat Persebi Boyolali berfoto sebelum menjalani laga uji coba melawan Persiwi Wonogiri di Stadion Pringgondani, Wonogiri, Sabtu (20/4 - 2019) sore. (Istimewa)
21 April 2019 14:55 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, WONOGIRI - Persebi Boyolali berhasil meraih kemenangan pada laga uji coba melawan Persiwi Wonogiri dengan skor 4-1 di Stadion Pringgondani, Wonogiri, Sabtu (20/4/2019) sore WIB. Laga uji coba tersebut menjadi ajang eksperimen dua pelatih bagi skuat masing-masing.

Persebi turun dengan kekuatan penuh sejak menit awal. Sedangkan Persiwi tengah mengalami gejolak internal setelah lima pemainnya dinyatakan tak bisa bergabung di skuat akibat tidak memenuhi batas minimum usia pemain yang boleh bermain di Liga 3.

Perbedaan psikologis tersebut nyata terlihat dalam pertandingan. Para pemain Persebi begitu digdaya menguasai permainan. Persiwi bukannya tanpa perlawanan. Tetapi mereka tetap tak mampu menahan keganasan tim tamu.

Persebi unggul melalui dua gol Gatot Wahyudi, satu gol dari pemain sayap Elgen Fajar Revanda, dan satu gol dari Havidz Aulia Ardan. Sedangkan Persiwi hanya mampu membalas lewat titik putih. Kedudukan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Persebi.

Pelatih Persebi, Ahmad Sukisno, mengatakan bersyukur atas hasil itu. Namun, ia menyatakan kemenangan bukan tujuan utama dari laga persahabatan tersebut. "Laga ini dalam rangka membentuk tim. Kami masih membentuk team work. Tapi paling tidak kemenangan ini akan menaikkan mental pemain," ungkapnya saat dihubungi Solopos.com.

Legenda Arseto Solo itu menyatakan seluruh pemain dimainkan dalam pertandingan. Ia sengaja melakukannya untuk mencari formulasi paling tepat untuk menghadapi Liga 3 musim 2019. "Ini jadi bagian dari upaya membentuk tim inti," kata dia.

Sementara itu, Pelatih Persiwi Lilik Agung, mengatakan hasil pertandingan tak memberi dampak apapun. Ia mengaku persiapan Persiwi belum sampai 50 persen. "Apalagi banyak pemain yang akan kami buang. Ini tadi hanya untuk happy-happy sambil melihat Persebi seperti apa," terangnya.

Lebih lanjut, meski terpaksa melepas lima pemainnya karena terkendala aturan, pihaknya masih memiliki alternatif pemain lain. Ia mengaku sudah ada beberapa nama yang disodorkan padanya.

"Kendala utama kami sebenarnya adalah menyinkronkan Magenta dengan Persiwi. Sampai hari ini belum final. Manajemen masih ada keraguan. Termasuk saya mau buat program ini jadi susah," ungkap dia.