Manchester United Vs Manchester City: Dilema Setan Merah!

Aksi pemain Manchester United, Paul Pogba, dalam pertandingan pekan ke-23 Liga Inggris melawan Brghton & Hove Albion di Stadion Old Trafford, Inggris, Sabtu (19/1 - 2019) malam WIB. (Reuters/Peter Powell)
24 April 2019 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTER - Sekitar 12 bulan lalu, Manchester City mendapat peluang emas mengunci gelar Liga Inggris pada Derby Manchester di Etihad Stadium. City digadang-gadang memastikan gelar Liga Premier 2017/2018 jika bisa menaklukkan rival sekota sekaligus pesaing langsung mereka di tangga juara, Manchester United, pada matchweek ke-32.

Pasukan Josep "Pep" Guardiola pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan langka yang bisa melucuti harga diri tetangga mereka itu. City langsung tancap gas. Pada babak pertama, mereka langsung unggul 2-0 lewat gol Vincent Kompany dan Ilkay Gundogan. Bayang-bayang pesta juara sontak berada di depan mata pendukung City.

Skenario City ternyata tak berjalan mulus. Tak disangka, United mampu membalikkan kedudukan menjadi 3-2 lewat dua gol Paul Pogba dan sebiji gol Chris Smalling pada babak kedua. Kesempatan City untuk mengunci gelar dengan cara bergengsi pada Derby Manchester pun lepas. Tapi Sergio Aguero dkk. masih bisa menuntaskan musim dengan mengangkat mahkota.

Kini, hampir setahun sejak Derby Manchester itu, City dan United akan bertemu di Old Trafford, Manchester, Kamis (25/4/2019) pukul 02.00 WIB. Seperti 12 bulan lalu, duel ini bisa memengaruhi siapa pemegang trofi Liga Premier musim ini. Namun, rivalitas perebutan titel juara kali ini menyangkut City dan Liverpool.

Derby Manchester menjadi pertaruhan City dalam pacuan sengit dengan Liverpool ke tangga juara ini. United bisa dikatakan sebagai ganjalan "terakhir" City untuk mempertahankan gelar. Karena tiga laga selanjutnya terbilang enteng, yakni melawan Burnley (tandang), Leicester City (kandang), dan Brighton & Holve Albion (tandang).

Apabila menang di Derby Manchester, Manchester Biru berbalik memimpin perebutan Liga Inggris dengan keunggulan satu poin atas Liverpool, di mana kedua tim akan sama-sama menyisakan tiga laga. "Satu inci saja [salah langkah], maka semuanya berakhir dan kami keluar [dari pertarungan gelar]," ujar Guardiola mewanti-wanti anak buahnya, seperti dilansir telegraph.co.uk, Selasa (23/4/2019).

Derby Manchester tak kalah krusial bagi Manchester Merah. United bersaing sengit dengan Spurs, Chelsea, dan Arsenal dalam perebutan dua garis terakhir zona empat besar Liga Inggris. Setelah kekalahan telak 0-4 dari Everton, Paul Pogba dkk. perlu memenangi duel melawan tetangga mereka jika tidak mau terpental dari pacuan perebutan zona big four.

Namun, terselip dilema pada perasaan para pemain United dalam misi memburu poin penuh pada Derby Manchester ini. Sebab, jika misi itu terwujud, Setan Merah otomatis membantu rival bebuyutan mereka, Liverpool, mendekati ke tangga juara Liga Premier untuk kali pertama sejak 1989/1990.

Rekor United sebagai pengoleksi gelar terbanyak di sepak bola tertinggi Inggris pun bakal ditempel Liverpool. Sejauh ini United masih memimpin dengan memegang 20 gelar, sedangkan Liverpool 18 trofi.

Legenda Liverpool, Robbie Fowler, tidak yakin United bisa "membantu" Liverpool. Bukan karena United enggan karena latar belakang rivalitas kedua tim. Melainkan, United dianggap tidak mampu menandingi keperkasaan permainan City dalam bentrok di Old Trafford nanti.

"Saya pikir Manchester United tidak bisa diharapkan membantu Liverpool. Melihat cara bermain mereka saat ini, Anda lihat itu sulit, namun hal ganjil bisa saja terjadi," harap Fowler, seperti dikutip manchestereveningnews.co.uk.

United memang tak bisa bernapas lega meski mereka bakal bermain di depan publik sendiri. Guardiola memiliki tren apik bersama City di Old Trafford. Eks juru taktik Barcelona dan Bayern Munich ini dua kali beruntun memenangi Derby Manchester pada Liga Premier di stadion berjuluk Theatre of Dreams ini.