Bournemouth Vs Tottenham Hotspur: Panggung Pelampiasan Son

Son Heung/Min (Reuters/Phil Noble)
04 Mei 2019 15:15 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, BOURNEMOUTH - Tottenham Hotspur gagal mendulang gol saat menjamu Ajax Amsterdam pada leg pertama semifinal Liga Champions di Tottenham Hotspur, tengah pekan ini.

Lini serang Mauricio Pochettino ompong meski mengukir serangkaian peluang. Absennya Harry Kane dan Son Heung-min agaknya berpengaruh besar mandulnya serangan Spurs saat takluk 0-1 dari Ajax di kandang sendiri. Kane tak bisa tampil karena cedera dan diperkirakan absen hingga akhir musim. Sedangkan Son harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.

Namun, suporter Spurs bisa bernapas lega. Son bakal mengawal lini depan Spurs ketika melawan Bournemouth di Vitality Stadium, Bournemouth, Sabtu (4/5/2019) pukul 18.30 WIB. Penyerang asal Korsel itu bisa jadi menjadikan gawang Bournemouth sebagai pelampiasan setelah dirinya absen melawan Ajax.

Son gagal memperoleh amnesti UEFA terkait sanksi akumulasi kartu kuningnya di Liga Champions. Padahal, kartu kuning yang dia kumpulkan di Liga Champions terjadi pada fase grup atau sebelum membela Korea Selatan (Korsel) di Piala Asia.

Son sendiri memiliki rekor apik kontra Bournemouth. Dia mencetak lima gol dalam empat pertemuan melawan tim berjuluk The Carries tersebut. Catatan itu menjadikan Bournemouth sejajar dengan Watford sebagai sasaran paling empuk Son dalam kariernya.

Spurs membutuhkan poin penuh agar tetap berada di urutan terdepan dalam persaingan perebutan zona big four bersama Chelsea, Arsenal, dan Manchester United. Namun di sisi lain, Spurs juga perlu konsentrasi untuk duel leg kedua semifinal Liga Champions di markas Ajax, tengah pekan depan.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, berharap besar timnya naik level. Dia menegaskan timnya tidak lagi memasang target finis di depan Arsenal di tabel klasemen Liga Premier. Tapi lebih dari itu, dia menginginkan The Liliwhites meraih trofi.

Seperti Jurgen Klopp bersama Liverpoool, Pochettino memang membawa klub besutannya tampil atraktif dan bersaing di papan atas. Namun, dua pelatih ini masih belum juga menyuguhkan gelar bagi klub masing-masing.

"Kami tahu Tottenham punya sejarah besar dan pemain-pemain top, tapi tidak pernah dipercaya mereka bisa juara dan bisa berada di final Liga Champions. Dalam lima tahun terakhir kami fokus mereduksi gap dengan Arsenal [di Liga Premier]. Sekarang kami harus fokus meraih juara," ujar Pochettino, seperti dilansir standard.co.uk, Jumat (3/5/2019).