Newcastle Vs Liverpool: Tak Ada Main Mata

Pertandingan pekan ke-28 Liga Inggris musim 2018-2019 antara Liverpool dan Watford di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (28/2 - 2019) dini hari WIB. (Reuters/Russell Cheyne)
04 Mei 2019 14:15 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, NEWCASTLE - From hero to zero. Embel-embel menyedihkan itulah yang berusaha dihindari para pemain Liverpool menjelang akhir musim 2018/2019.

Awal pekan ini, Liverpool masih difavoritkan menyabet dua trofi bergengsi musim 2018/2019. Namun, The Reds nyaris kehilangan satu peluang juara setelah dibantai Barcelona 0-3 pada leg pertama semifinal Liga Champions di Camp Nou, Kamis (4/5/2019) dini hari WIB. Trofi Liga Inggris dinilai sebagai target realistis yang tersisa bagi Mohamed Salah dkk. Jika Liverpool juga terpeleset di kompetisi ini, pasukan Jurgen Klopp bisa menuntaskan musim dalam kondisi nirgelar.

Liverpool memang tertinggal sebiji poin dari pesaing terdekat mereka, Manchester City, dalam dua laga tersisa di Liga Inggris. The Reds juga kalah dalam urusan selisih gol dan produktivitas gol dari pesaing mereka asal Manchester itu. Hanya, tidak ada yang berani menjamin City bakal finis sebagai juara dan Liverpool sebagai runner-up di kompetisi yang disebut-sebut paling kompetitif di dunia ini.

Wajar apabila Liverpool bakal mati-matian dalam dua laga tersisa di Liga Inggris. Salah satunya saat meladeni Newcastle United di St. James Park, Newcastle, Minggu (5/5/2019) pukul 01.45 WIB. The Reds disebut-sebut memiliki keuntungan melawan Newcastle yang dibesut mantan pelatih mereka, Rafael Benitez.

Isu teori konspirasi alias main mata mungkin terjadi karena kedekatan emosional Liverpool dengan pelatih asal Spanyol itu. Fans City khawatir jika Liverpool meminta Benitez agar Newcastle "mengalah" dalam duel di St. James Park nanti. Misalnya dengan meminta eks pelatih Chelsea dan Napoli itu untuk menurunkan line-up cadangan dalam bentrok ini.

Apalagi, Newcastle sudah aman dari zona degradasi serta mustahil finis di zona Eropa. Artinya, jika pun Newcastle kalah, tidak berpengaruh besar dalam posisi mereka di papan klasemen. The Reds juga memiliki peluang lain untuk meminta bantuan eks pelatih mereka, Brendan Rodgers yang kini menangani Leicester City. Kebetulan, duel City berikutnya di Liga Inggris yakni melawan Leicester, Selasa (7/5/219) dini hari WIB.

Namun sebaiknya Liverpool jangan terlalu berharap bisa mendapat bantuan dari dua mantan juru taktik mereka, khususnya Benitez. Sebab, Benitez tak mau anak didiknya menderita pada laga penutup di St. James Park musim ini. Duel melawan Liverpool menjadi pertandingan kandang terakhir tim berjuluk The Magpies.

Benitez sendiri memiliki rekor lumayan apik melawan mantan tim besutannya asal Merseyside itu. Pelatih asal Spanyol ini hanya menelan dua kekalahan dalam lima duel kontra The Reds sebagai nakhoda tim Inggris.

"Kami bermain di kandang di hadapan fans kami dan kami akan berusaha yang terbaik. Saya punya tanggung jawab besar membesut Newcastle dan jika ada tim lain, saya memprediksi mereka [Liverpool] juga harus mengerahkan kemampuan terbaik mereka dan manajernya juga demikian," ujar Benitez, seperti dilansir manchestereveningnews.co.uk, Jumat (3/5/2019).

Liverpool menyadari hanya bisa mengandalkan diri sendiri jika ingin meraih juara di Liga Premier. Gelandang Liverpool, James Milner, menegaskan timnya tidak takut dengan ancaman kelelahan fisik maupun mental, meski duel di St. James Park hanya selang dua hari setelah mereka dipermalukan 0-3 di Barcelona.

"Kami harus bangkit dengan kilat dari kekalahan [0-3 melawan Barcelona] untuk menghadapi laga besar lainnya akhir pekan ini. Kami sudah terbiasa bermain dalam banyak laga dalam jeda yang singkat dan kami menunjukkan karakter di skuat ini dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Milner, seperti dilansir liverpoolecho.co.uk.