Antiklimaks! Persiwi Wonogiri Batal Tampil di Liga 3

Ilustrasi Sepak Bola (Solopos/Whisnu Paksa)
12 Mei 2019 23:25 WIB Ivan Andimuhtarom Dunia Share :

Solopos.com, WONOGIRI - Alur cerita klub kebanggan warga Wonogiri, Persiwi Wonogiri, berakhir dengan antiklimaks. Tim yang sebelumnya digadang-gadang bakal berpartisipasi dalam Liga 3 Indonesia musim 2019 tersebut dipastikan kembali tak akan ambil bagian dalam kompetisi kasta ketiga sepak bola Tanah Air.

Persiwi tak kunjung mendaftarkan diri kepada operator Liga 3 Jawa Tengah hingga batas akhir pendaftaran, yaitu Jumat (10/5/2019) pukul 24.00 WIB. Alhasil, Laskar Gajah Mungkur hattrick absen di kompetisi tersebut secara beruntun sejak 2017.

Meski demikian, Persiwi tak akan mendapat sanksi dari PSSI karena tak dapat kembali berpartisipasi. Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu (11/5/2019), terdapat 17 tim yang akhirnya mendaftarkan diri. Di Soloraya, PSISra Sragen dan Persebi Boyolali masuk dalam daftar. Sedangkan tim Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri absen dalam Liga 3 musim ini.

Ketua Umum Persiwi, Warsito, mengatakan Persiwi kembali absen karena sponsor utama, Magenta, yang sempat sesumbar bakal membiayai kebutuhan tim akhirnya minggat. Persiwi yang sejak awal memang tak berniat naik pentas ke Liga 3 akhirnya pasrah dengan situasi tersebut.

“Sponsornya mlayu [lari]. Kan enggak ada yang menanggung biaya. Dari awal kami memang tak ada dana sehingga memang tak berniat ikut [Liga 3],” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Ia sudah mengatakan kepada Suliantoro yang membawa gerbong Magenta FC untuk menyiapkan deposit jika serius membawa Persiwi ke Liga 3. Namun, Suliantoro menolak dan tak memberi kejelasan hingga batas akhir pendaftaran.

“Saya sudah katakan kalau penutupan pendaftaran 10 Mei 2019. Saya sudah siapkan draft MoU. Tapi kalau dia [Suliantoro] saya undang, selalu saja ada alasan. Sampai terakhir pakai nama Persiwi dengan pelatih dan pemain-pemain baru melawan Persiku Kudus itu,” papar dia.

“Saya hanya memantau gerak-geriknya. Sejak awal dia mengajukan diri [jadi sponsor], saya sudah bilang kalau Persiwi sama sekali tak ada dana. Kalau dia mau, saya minta dia deposit. Kan ya bahaya kalau pakai nama Persiwi, tapi sponsor enggak ada dana. Saya waktu itu menawarkan agar dia mengurusi liga remaja yang anggarannya tak mahal, tapi dia menolak,” terangnya.

Sementara itu, Suliantoro, saat dikonformasi mengatakan akhirnya batal membawa Persiwi ke Liga 3 karena keberatan dengan draft MoU yang diajukan Persiwi, khususnya pasal 8 perihal cara pembayaran sponsorship.

Dalam pasal itu, sponsor wajib mengganti nota pengeluaran operasioanl Persiwi dan menyediakan deposit untuk pengeluaran Persiwi. “Memang itu belum deal 100 persen. Ya seharusnya kalau Persiwi mau Liga 3, ya dananya jangan semuanya dari saya,” kata dia.

“Saya kan siapnya pemain, pelatih, ofisial. Panitia penyelenggara [panpel] juga siap. Tapi kalau semuanya harus saya, ya saya enggak mampu,” terangnya.