Efek Guardiola, City Langsung Juara Back-to-Back

Josep Guardiola (Reuters/Toby Melville)
13 Mei 2019 14:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, FALMER - Tak ada yang meragukan reputasi Liga Premier Inggris sebagi kompetisi paling sengit di dunia. Ketika trofi di liga-liga top lain di Eropa hanya dikuasai tim itu-itu saja, takhta Liga Inggris diduduki oleh tim yang berbeda-beda.

Sampai akhirnya, datanglah pelatih bertangan dingin, Josep "Pep" Guardiola, membesut Manchester City di Liga Inggris pada 2016. Mantan juru taktik Barcelona dan Bayern Munich itu hanya membutuhkan tiga musim untuk menggapai dua trofi yang menjadi simbol supremasi sepak bola di Negeri Ratu Elizabeth II.

Di musim perdananya pada 2016/2017, Guardiola memang gagal mengklaim juara. Namun, juru taktik berusia 48 tahun ini membayar lunas kegagalan pada musim pertamanya di Liga Premier tersebut dengan membawa The Citizens juara dua kali beruntun alias back-to-back di musim berikutnya.

Kepastian anak asuh Guardiola mempertahankan gelar Liga Premier Inggris pada 2018/2019 ini terjadi setelah Sergio Aguero dkk. menumbangkan Brigton & Hove Albion dengan skor 4-1 pada matchweek penutup musim di American Express Community (Amex) Stadium, Falmer, Minggu (12/5/2019).

Pada waktu bersamaan, pesaing City, Liverpool, juga menang yaitu dengan skor 2-0 melawan Wolverhampton Wanderers di Anfield. City menuntaskan musim dengan mengoleksi total 98 poin, hanya unggul sebiji poin atas Liverpool, pada klasemen akhir.

The Citizens mematahkan tabu juara bertahan Liga Premier sejak 2009 alias 10 tahun silam. Sebelum ini, kali terakhir tim juara yang mampu mempertahankan gelar di Liga Premier yakni Manchester United ketika meraih hattrick pada 2006/2007, 2007/2008, dan 2008/2009. Guardiola pun menjadi pelatih pertama yang bisa menjuarai Liga Premier secara back-to-back sejak Sir Alex Ferguson lengser dari kursi manajer Manchester United.

Ini menjadi trofi ke-4 bagi City dalam sejarah Liga Premier Inggris. Sedangkan bagi Guardiola, ini menjadi gelar liga domestik kali kedelapan dalam karier manajerialnya. Sebelumnya, pelatih berkepala plontos ini mempersembahkan tiga gelar Liga Primera Spanyol bersama Barcelona dan tiga trofi Bundesliga bersama Bayern Munich.

"Back-to-back, ini penuh perjuangan brat dan sangat memuaskan akhirnya bisa mewujudkannya. Liverpool benar-benar istimewa musim ini. Saya tidak bermaksud kasar, mereka benar-benar tidak layak kalah," ungkap kapten City, Vincent Kompany, seperti dilansir Reuters.

City masih berpeluang menuntaskan musim ini dengan treble winner apabila mampu menaklukkan Watford pada final Piala FA di Stadion Wembley, London, Sabtu (18/5/2019) mendatang. Trofi Piala FA bakal menjadi pelengkap musim City setelah meraih Piala Liga dan Liga Premier, sekaligus menebus kegagalan mereka menjuarai Liga Champions musim ini.