Bermarkas di Madiun, Persis Solo Satu Grup dengan PSIM Jogja?

Puluhan orang menonton pertandingan antara Persis Solo melawan Persika Karawan di tribun timur Stadion Wilis Kota Madiun, Rabu (3/10 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Mei 2019 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Persis Solo disebut-sebut berpeluang satu grup dengan sang rival abadi, PSIM Jogja, di Liga 2 2019. Hal itu tak lepas dari pemilihan Stadion Wilis, Madiun, sebagai homeground sementara Persis musim ini. Jika hal ini benar-benar terjadi, Derby Mataram bakal kembali memanas setelah kali terakhir muncul pada musim 2013.

Sebagai informasi, klub yang bermarkas di wilayah Jawa Timur dan Madura biasanya bakal ditempatkan di Grup Timur. Belum lama ini juga muncul bocoran yang menempatkan tim seperti Madura FC, Blitar United, Persatu Tuban dan Persik Kediri di Grup Timur, sama halnya PSIM Jogja. Yang menarik, dalam bocoran tersebut tak muncul nama Persis Solo di Grup Timur meski mereka bermarkas di Madiun.

Klub yang bermarkas di Batang, Jawa Tengah, Persibat, justru dikabarkan masuk di Grup Timur, sedangkan Persis berada di Grup Barat seperti musim lalu. Masalahnya, Persibat belakangan dikabarkan keberatan jika masuk Grup Timur. Selain harus menjalani laga dengan letak geografis cukup jauh seperti di Papua, mereka khawatir muncul gesekan apabila bertanding melawan PSIM.

Pelatih Persis, Agus Yuwono, tak menampik ada peluang timnya bakal berada satu grup dengan PSIM di Grup Timur karena bermarkas di Madiun. Pelatih asal Malang ini mengaku sudah siap dengan skenario Derby Mataram apabila Persis dan PSIM benar-benar satu grup. “Tentu kami harus siap, siapapun lawan kami,” tegas Agus kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Manajer Persis, Setiawan Muhammad, enggan menanggapi lebih jauh ihwal spekulasi Persis bakal berada di Grup Timur. Dia menegaskan keputusan pembagian wilayah baru akan disampaikan pada manager meeting. “Kapan manager meeting-nya pun saya belum tahu,” tegasnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (14/5/2019).

Seorang anggota Pasoepati, Restu Andrianto, 24, justru bersemangat ketika mendengar peluang Persis satu grup dengan PSIM. Menurutnya, pertemuan kedua tim tradisional ini bisa mendorong rekonsiliasi antara pendukung Persis dan PSIM.

“Memang pasti nanti ada komplain dari kedua belah pihak maupun aparat keamanan. Namun sampai kapan kita harus saling menghindar?,” ujar Restu. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)