Spalletti Kritik Balik Media

Luciano Spalletti (Reuters/Eric Gaillard)
15 Mei 2019 17:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MILAN - Media-media Italia secara intens memberitakan spekulasi Antonio Conte ke Inter Milan belakangan ini. Tentu, rumor itu membikin panas kuping pelatih Inter yang sah saat ini, Luciano Spalletti.

Spalletti dalam tekanan besar di kursi pelatih Nerazzurri, julukan Inter, karena serangkaian hasil jeblok di Seri-A musim ini. Namun, Spalletti tidak tinggal diam. Setelah hanya membawa Inter menang dua kali dalam tujuh pertandingan beruntun di Seri-A, timnya menang ketika melawan Chievo dengan skor 2-0 di Giuseppe Meazza, Milan, Selasa (14/5/2019) dini hari WIB. 

Kemenangan ini mengerek Inter ke zona nyaman untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Kini, Ivan Perisic dkk. nangkring di peringkat ketiga klasemen sementara dengan unggul satu poin di atas Atalanta serta empat poin di atas AC Milan dan AS Roma yang berada di belakang mereka. Kondisi ini pun dimanfaatkan Spalletti untuk mengkritik balik media-media Italia yang memberitakan spekulasi Conte, salah satunya La Gazzetta dello Sport.

"Jika La Gazzetta dello Sport menulis hal sama selama dua tahun, dan lebih dari tiga bulan ini, hampir tiapn hari, mereka harus tahu sesuatu. Mereka juga sangat melecehkan, dengan headline yang mengatakan 'Anda habis, Anda nol, gagal, itu semua berakhir dengan beban di pundakmu'. Ini bukan tentanmg saya, karena rumor ini sudah mengganggu Inter sejak tujuh tahun," ujar Spalletti seusai laga, seperti dilansir football-italia.net.

Meski begitu, posisi Spalletti tidak akan benar-benar aman sampai dirinya memastikan Inter lolos ke Liga Champions. Maklum, dua laga terakhir Nerazzurri musim ini cukup berat, yakni melawan Napoli dan Empoli. Kemenangan atas Chievo juga tidak pantas terlalu dibanggakan. Chievo sudah pasti terdegradasi dan mereka bermain dengan 10 orang sejak Nicola Rigoni dikenai kartu kuning kedua pada menit ke-76. 

"Tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti sampai secara matematis kami dijamin lolos. Ini akan berat, kami harus melawan Napoli pekan dengan dan dalam partai penutup melawan Empoli yang sedang berjuang dari ancaman degradasi, jadi semua tim punya motivasi tinggi," ungkap gelandang Inter berdarah Batak, Radja Nainggolan.