Robben-Ribery Membidik Kado Perpisahan

Arjen Robben (Reuters/Michael Dalder)
17 Mei 2019 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MUNICH - Tak ada yang meragukan pengaruh Arjen Robben dan Franck Ribery atas kesuksesan Bayern Munchen selama kurang lebih satu dekade ini. Robben menjalani 10 musim bersama Bayern dengan memenangi tujuh gelar dan menyokong 98 gol. Sedangkan Ribery ikut membawa Bayern meraup delapan trofi plus menyumbang 85 gol sepanjang 12 musim berkostum Die Roten.

Robben dan Ribery pun menjelma menjadi duo winger paling berhaya dalam sejarah Bayern. Duet sayap yang dikenal dengan julukan Duo Robbery ini kerap bekerja sama untuk "merampok" poin dari lawan-lawan mereka.

Namun, masa keemasan Robbery ada batasnya. Musim ini, menjadi musim terakhir bagi Robben maupun Robery bersama Die Roten. Pertandingan penentu gelar Bundesliga yang dilakoni Bayern melawan Eintracht Frankfurt di Allianz Arena, Munich, Sabtu (18/5/2019) pukul 20.30 WIB, bakal menjadi penampilan pamungkas duo Robbery dengan klub raksasa Bavaria.

Tentu Robben dan Ribery menginkan kado manis dalam laga perpisahan tersebut, yakni dengan mengangkat mahkota Bundesliga untuk kali kedelapan secara beruntun. "Saya sudah katakan berkali-kali, saya sangat bangga menjadi bagian dari klub ini dan menjadi bagian dari segalanya!" ujar Robben, seperti dikutip bundesliga.com, Jumat (17/5/2019).

"Ketika saya tiba di klub ini pada 2009, kami, sebagai klub, tidak sejauh ini, dan saya tidak hanya mengatakan itu di lapangan, namun juga di luar lapangan. Peningkatan klub ini luar biasa! Peluang kami untuk berjaya membuatku sangat bangga," imbuhnya.

Masa-masa manis dan pahit telah dilewati Duo Robbery bersama Bayern. Salah satu momentum manis terukir ketika mereka menjadi bagian dari skuat Bayern yang meraih treble winner pada 2012/2013. Sedangkan momentum pahit antara lain mereka rasakan ketika kalah drama adu penalti dari Chelsea pada final Liga Champions 2011/2012.

Keberadaan duo Roberry sudah dianggap mampu merevolusi gaya permainan Bayern. Die Roten kerap mengandalkan serangan cepat dari sayap sejak mereka bergabung ke Allianz Arena. "Sebelumnya gaya permainan Bayern benar-benar berbeda. Mereka masih sebagai klub besar dengan nama-nama besar. Ketika Arjen, dan saya, serta beberapa pemain tiba di klub, kami membawa klub ini lebih cepat dan dimanis, ada perbedaan gaya," ungkap Ribery.

Sebelum benar-benar meninggalkan Bayern, duo Robbery telah memiliki penerus mereka di sayap. Mereka tidak lain Serge Gnabry dan Kengsley Coman. "Mereka sangat bagus! Talenta hebat! Mereka masih sangat muda, sehingga masih berpotensi berkembang," lanjut Ribery.