Persis Solo Uji Coba Tertutup Lagi, Pasoepati Soroti Kebijakan Manajemen

Pasoepati merayakan kemenangan Persis Solo (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
17 Mei 2019 19:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Sejak dulu, Persis Solo selalu mendapat dukungan penuh dari kelompok suporter setia mereka, Pasoepati dan Surakartans. Kedua basis kelompok pendukung Laskar Sambernyawa tersebut rela pergi jauh mengikuti Persis yang menjalani laga away.

Namun, Pasoepati ternyata belum mengetahui rencana laga uji coba antara Persis melawan Persewar Waropen, Papua. Laga itu rencananya digelar secara tertutup di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (20/5/2019) malam WUB.

“Saya belum tahu dan tidak diberi tahu Persis akan uji tanding pekan depan,” ujar Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (17/5/2019) siang.

Dia menilai manajemen semakin jauh dari basis suporter. Padahal, suporter sebenarnya ingin mendekat karena ingin memberikan dukungan yang lebih besar kepada tim kesayangan mereka. “Kami pernah berkirim surat resmi memohon audiensi dengan manajemen. Sampai sekarang, surat itu tak direspons,” terang lelaki yang akrab disapa Rio itu.

Wakil Presiden Pasoepati, Surya Panca, mengatakan pihaknya memang menyoroti kebijakan manajemen memberlakukan sesi latihan tertutup. Menurutnya, pemain sudah harus siap secara mental dengan tekanan dari penonton. Hal itu bisa terwujud jika latihan dan uji tanding dibuat terbuka.

“Jangan sampai apa yang dipersiapkan waktu latihan kontradiksi dengan situasi kompetisi sesungguhnya. Ini kan ada pressure dari penonton. Lebih baik mati-matian sekarang saja. Kalau jelek, biar kelihatan jelek sekalian. Jadi waktu kompetisi nanti sudah matang,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Pada laga melawan Persewar pekan depan, Pelatih Persis, Agus Yuwono (AY), akan menurunkan skuat terbaiknya. Laga itu juga menjadi ajang para pemain menunjukkan kemampuan mereka agar bisa mendapat tiket menjadi pemain reguler yang dipasang AY saat Persis melakoni Liga 2 musim 2019 kelak.

“Laga di Sidoarjo tertutup. Itu permintaan pihak keamanan di sana,” ujar AY .