Manajemen Persis Solo Kulanuwun ke Wali Kota Madiun

Manajer Persis Solo, Setiawan Muhammad (kanan) dan Ketua Panpel Persis, M. Badres (tengah), beraudiensi dengan Wali Kota Madiun, Maidi, di ruang wali kota Pemkot Madiun, Senin (20/5 - 2019). (Istimewa)
21 Mei 2019 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Manajemen Persis Solo menggelar audiensi dengan Pemkot Madiun terkait rencana penggunaan Stadion Wilis sebagai homeground tim selama kompetisi Liga 2 2019. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot menyambut baik Persis yang ingin kembali bermarkas di Stadion Wilis. Pemkot siap membenahi sejumlah fasilitas stadion untuk meningkatkan kenyamanan Laskar Sambernyawa.

Manajer Persis, Setiawan Muhammad, serta Ketua Panpel Persis, M. Badres, menemui langsung Wali Kota Madiun, Maidi, dalam audiensi yang digelar di Ruang Wali Kota Pemkot Madiun, Senin (20/5/2019). Saat dikonfirmasi Solopos.com, Selasa (21/5/2019), Setiawan Muhammad mengatakan Wali Kota sangat terbuka dengan kedatangan Persis meski kotanya sudah memiliki dua klub sepak bola, Madiun Putra dan PSM Madiun.

Menurut Iwan, sapaan akrabnya, ada simbiosis mutualisme terkait rencana Persis menggunakan Stadion Wilis sebagai markas sementara musim ini. “Persis Solo diharapkan bisa memberi aura positif untuk geliat persepakbolaan di Madiun,” ujar Iwan.

Pihaknya berencana menggunakan Stadion Wilis hingga renovasi Stadion Manahan selesai sekitar bulan Desember 2019. Namun tak menutup kemungkinan Laskar Sambernyawa bakal menetap lebih lama apabila tim lolos ke babak delapan besar sedangkan pembangunan Stadion Manahan molor.

Menurut Iwan, Wali Kota telah berkomitmen memperbaiki sejumlah fasilitas stadion untuk menunjang kenyamanan pemain maupun penonton saat pertandingan. “Wali Kota siap membenahi fasilitas seperti kamar ganti, bench pemain, pagar, lampu dan rumput lapangan,” ujar lelaki yang juga pengusaha batik itu.

Pertemuan tersebut juga memunculkan ide laga persahabatan antara Persis melawan PSM Madiun. Sebagai informasi, PSM Madiun adalah klub legendaris yang menjadi satu dari tujuh klub pendiri organisasi PSSI. Musim ini mereka kembali mengikuti kompetisi setelah mati suri beberapa tahun terakhir.

Di Liga 3 zona Jawa Timur, PSM tergabung di Grup A bersama Persibo Bojonegoro, Putra Sinar Giri, Bumi Wali FC dan Nganjuk Ladang FC. “Rencananya laga bakal menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Madiun, akhir Juni nanti,” ucap Iwan.