Piala Dunia 2022 Tetap 32 Peserta

Trofi Piala Dunia (Reuters/Sergei Karpukhin)
23 Mei 2019 23:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, ZURICH — Federasi sepak bola tertinggi dunia (FIFA) memastikan Piala Dunia 2022 di Qatar tetap akan diikuti 32 negara. Rencana pengembangan jumlah peserta menjadi 48 negara untuk sementara dibatalkan karena pertimbangan waktu persiapan yang terlalu mepet.

Wacana menambah jumlah peserta Piala Dunia sebenarnya baru akan dilakukan pada 2026. Namun tahun lalu Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut rencana itu bisa dimajukan ke Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar. Penambahan 16 negara kontestan baru membuat Qatar harus merangkul negara lain untuk menjadi tuan rumah bersama. 

Ide Infantino membuka kesempatan lebih banyak negara tampil dalam pesta sepak bola dunia tersebut diprediksi akan dimentahkan pada kongres FIFA di Paris, Juni 2019. Namun FIFA kemudian merilis kepastian jumlah peserta Piala Dunia 2022 dalam situs resmi, fifa.com, pada Rabu (22/5/2019) malam.

“Sejalan dengan kesimpulan studi kelayakan yang disetujui Dewan FIFA pada pertemuan terakhirnya, FIFA dan Qatar mengeksplorasi semua kemungkinan untuk meningkatkan jumlah tim peserta dari 32 menjadi 48 tim dengan melibatkan negara-negara tetangga di Piala Dunia FIFA Qatar 2022," demikian pernyataan FIFA seperti dilansir BBC, Kamis (23/5/2019).

"Setelah proses konsultasi yang menyeluruh dan komprehensif dengan keterlibatan semua pemangku kepentingan, disimpulkan bahwa dalam keadaan saat ini proposal seperti itu [penambahan negara peserta] tidak dapat dibuat sekarang.”

Selain masalah waktu yang terlalu singkat untuk persiapan, pembatalan mengikutsertakan lebih banyak negara pada Piala Dunia 2022 mempertimbangkan faktor logistik serta durasi penyelenggaraan turnamen. “Piala Dunia FIFA Qatar 2022 akan tetap sesuai rencana semula dengan 32 tim dan tidak ada proposal yang akan diajukan pada Kongres FIFA berikutnya pada tanggal 5 Juni,” lanjut pernyataan FIFA.

Rencana penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2022 menjadi 48 negara memang menuai banyak kritik, termasuk dari Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Dia menilai akan ada banyak masalah muncul jika langkah tersebut diambil. Penambahan itu juga dinilai tidak realistis untuk turnamen 2022.

Sebagai informasi, Piala Dunia tiga tahun mendatang dipastikan tak akan digelar selama bulan Mei, Juni, atau Juli karena suhu musim panas di Qatar dapat mencapai 45 derajat celcius karena dikelilingi gurun. Oleh karena itu, FIFA mengonfirmasi turnamen akan digelar mulai 21 November 2022 ketika Qatar bersuhu 20-24 derajat celcius.