Inter Milan Vs Empoli: Pembuktian Terakhir Spalletti

Inter Milan (Reuters/Alberto Lingria)
26 Mei 2019 14:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MILAN - Duel Inter Milan versus Empoli digadang-gadang menjadi pertandingan paling seru pada giornata penutup Seri-A musim ini. Maklum, kedua tim masih memiliki kepentingan besar untuk memenangi pertandingan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Senin (27/5/2019) pukul 01.30 WIB.

Inter bersaing dengan Atalanta, AC Milan, dan AS Roma untuk memperebutkan dua tiket tersisa ke Liga Champions musim depan. Sedangkan Empoli harus mati-matian guna menghindari degradasi ke Seri-B.

Duel tersebut sekaligus bakal menentukan masa depan Pelatih Inter, Luciano Spaletti. Pelatih berkepala plontos ini disebut-sebut bakal dipecat akhir musim nanti. Nama Antonio Conte berulang kali didengungkan media-media masa di Negeri Piza untuk menggantikan posisinya di kursi allenatore Nerazzurri, julukan Inter.

Dalam laporan bbc.com, Sabtu (25/5/2019), Conte disebut-sebut tetap akan merapat ke Giuseppe Meazza apa pun yang terjadi dengan hasil Inter melawan Empoli nanti. Artinya, Spalletti tetap akan dipecat kendati mengantar Inter finis empat besar alias lolos ke Liga Champions musim depan.

Meski begitu, Spalletti tentu tak mau menodai ujung kariernya bersama Inter. Ia tetap akan memberikan pembuktikan terakhir bahwa dirinya masih pantas menyandang sebagai pelatih top karena jasanya mengantar Inter lolos ke panggung elite Eropa.

Spalletti berkaca dari pengalamannya musim lalu. Pada giornata terakhir Seri-A 2017/2018, Inter besutan Spalletti juga dituntut menang agar bisa lolos ke Liga Champions. Bahkan, kondisi mereka lebih sulit karena harus bertarung dengan rival langsung di zona empat besar, Lazio.

Inter akhirnya membuktikan level mereka dengan membungkam Lazio secara dramatis 3-2 dan lolos ke Liga Champions 2018/2019. "Menurutku, lebih baik membandingkan [situasi Inter sekarang] ketika melawan Lazio setahun lalu," ujar Spalletti, seperti dilansir dailystar.com, Sabtu.

Inter mengoleksi poin yang sama dengan Atalanta serta unggul sebiji poin atas Milan dan unggul tiga poin atas Roma. Kondisi di tabel klasemen sementara itu membuat Nerazzurri bisa menentukan nasib lewat tangan sendiri untuk finis empat besar Seri-A. Inter bisa lolos ke Liga Champions jika mengalahkan Empoli tanpa perlu memikirkan hasil rival-rival lain pada giornata penutup.

Sedangkan jika Nerazzurri bermain imbang atau kalah melawan Empoli, mereka harus menengok hasil Milan melawan di markas SPAL. Andai Inter finis mengoleksi poin yang sama dengan Milan, mereka akan lolos karena unggul secara head-to-head ketimbang rival sekota tersebut.

Bahkan, Inter masih bisa lolos jika kalah dengan Empoli, dengan syarat Milan takluk di markas SPAL. Skenario lainnya, Samir Handanovic cs. bisa menembus Liga Champions meski kalah 0-1, asalkan Milan juga kalah di markas SPAL dan pada waktu bersamaan Roma menang kurang dari empat gol melawan Parma.

Sementara Empoli yang mengantongi 38 poin bersaing dengan Genoa (37 poin), Fiorentina (40 poin), dan Bologna (40 poin) untuk terhendar dari satu pos degradasi. Mereka harus menundukkan Inter agar tidak turun kasta ke Seri-B musim depan. Empoli masih bisa selamat dari degradasi jika kalah dari Inter, asalkan Genoa maksimal hanya bermain imbang melawan Fiorentina.

Empoli dalam spirit tinggi karena memenangi tiga laga terbaru sebelum melawat ke Giuseppe Meazza. Hanya, tim yang kini dinakhodai mantan pelatih Inter, Walter Mazzarri, ini tak pernah mampu menaklukkan Nerazzurri di Seri-A sejak April 2006. Sejak menang 1-0 pada 2006 lalu, Empoli hanya imbang sekali dan menelan 10 kekalahan!.