Final Liga Europa: Antara London Barat & Utara

Pertandingan pekan ke-23 Liga Inggris musim 2018-2019 antara Arsenal dan Chelsea di Emirates Stadium, London, Inggris, Minggu (20/1 - 2019) dini hari WIB. (Reuters/Hannah Mckay)
29 Mei 2019 08:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, BAKU - Trofi Liga Europa dipastikan bakal terbang ke London musim ini setelah dua tim Ibu Kota Inggris, Chelsea dan Arsenal, sama-sama memastikan lolos ke babak pamungkas. Pertanyaan, apakah trofi tersebut bakal singgah ke London Barat atau London Utara?

Jujur saja, Arsenal yang berasal dari London Utara lebih membutuhkan trofi ini ketimbang Chelsea yang berasal dari London Barat. The Gunners, julukan Arsenal, sudah menderita puasa gelar di kompetisi Eropa selama 25 tahun alias seperempat abad. Kali terakhir dan satu-satunya gelar yang diraih Arsenal di Eropa yakni Piala Winner 1994.

Namun, alasan utama Arsenal untuk meraih gelar Liga Europa bukan semata-mata mengakhiri paceklik gelar di Benua Biru. Lebih dari itu, Pierre Emerick Aubameyang cs. menginginkan titel di kasta kedua Eropa ini demi meloloskan mereka ke Liga Champions musim depan.

Berbeda dengan Chelsea yang mengamankan tiket ke Liga Champions dengan finis di posisi ketiga klasemen Liga Premier Inggris, Arsenal masih gigit jari karena terdampar ke peringkat kelima . Chelsea sendiri pernah memenangi turnamen kasta kedua di Eropa ini pada 2013.

Arsenal pun diprediksi akan ngotot saat duel Derby London pada final Liga Europa di Olympia Stadion, Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) pukul 02.00 WIB. The Gunners sangat berharap pada tuah pelatih mereka, Unai Emery. Pelatih asal Spanyol itu berpengalaman membawa Sevilla meraih hattrick juara di turnamen yang dulunya bernama Piala UEFA ini. Masing-masing pada 2014, 2015, dan 2016.

Saking seringnya menjuarai turnamen ini, singkatan UEL (UEFA European League) dipelesetkan menjadi Unai Emery League. "Kami punya peluang memenangi titel dan bermain di Liga Champions musim depan. Itu yang paling penting dibandingkan kami akan bermain di mana saat final nanti," ujar Emery, seperti dilansir uefa.com, Selasa (28/5/2019).

Hanya, Arsenal memiliki catatan buruk dalam rekor pertemuan sesama Inggris di ajang Eropa. The Gunners tak pernah menang dalam enam pertemuan. Empat pertemuan berakhir dengan kekalahan, sedangkan dua lainnya imbang. Dalam tiga duel terakhir sesama Negeri Ratu Elizabeth II ini, Arsenal menelan kekalahan, masing-masing dari Liverpool pada leg kedua perempatfinal Liga Champions 2007/2008 serta dua leg semifinal melawan Manchester United masing-masing 0-1 (away) dan 1-3 (home).

Chelsea sendiri bisa menjadi ganjalan besar Arsenal untuk mengangkat trofi Liga Europa. Eden Hazard dkk. merupakan tim tersubur di turnamen ini dengan 32 gol. Mereka perlu lima gol lagi untuk menyamain rekor Porto ketika moncer dengan 37 gol pada Liga Europa 2010/2011.

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, juga memiliki ambisi pribadi untuk menjuarai turnamen ini. Pelatih asal Italia ini dinilai gagal jika sampai nirgelar dalam musim perdananya bersama The Blues. Sarri mungkin bisa dipecat. Juventus pun sudah siap menampung eks pelatih Napoli itu menggantikan Massimiliano Allegri.

"Saya akan bicara dengan klubku setelah final. Saya ingin tahu apakah mereka senang denganku atau tidak," ujar Sarri, seperti dikutip Reuters.