Persis Solo Adem Ayem Jelang Deadline Transfer

Penyerang Persis Solo Ugiek Sugiarto (dua dari kanan) merayakan golnya ke gawang Persik Kediri pada laga uji coba yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/4 - 2019). (Istimewa)
10 Juni 2019 14:55 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Persis Solo enggan terburu-buru mengontrak pemain baru setelah mencoret Herudin dan Fadli Dwi Permana jelang libur lebaran. Dengan hilangnya kedua pemain tersebut, praktis skuat Laskar Sambernyawa hanya diisi 22 pemain. PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan kuota maksimal 24 pemain untuk bertarung di Liga 2 2019.

Waktu Laskar Sambernyawa untuk mendatangkan pemain anyar sejatinya tinggal hitungan hari. PT LIB menentukan deadline transfer pada 21 Juni atau H-1 sebelum kick off perdana Liga 2. Namun jelang kompetisi Laskar Sambernyawa justru membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret Fadli, Herudin dan Dimas Galih. Nama terakhir belakangan kembali dipanggil Persis dengan alasan miskomunikasi.

Persis dikabarkan bakal kembali aktif di bursa transfer selepas libur Lebaran. Namun Pelatih Persis, Agus Yuwono (AY), mengirim sinyal tak terlalu ambisius untuk mendatangkan pemain baru dalam waktu dekat. Manajemen Persis sebelumnya sempat dikabarkan hanya akan memakai 21 pemain pada musim ini.

“Sementara memaksimalkan pemain yang ada dulu,” ujar Agus saat ditanya Solopos.com tentang pemain incarannya, Minggu (9/6/2019).

Jika melihat komposisi skuat, Persis tampaknya masih butuh juru gedor andal. Sejauh ini AY baru punya tiga nama di lini depan yakni striker senior Ugiek Sugiyanto, M. Isa, dan Dimas Galih. Agus Yuwono sendiri sempat mengisyaratkan masih kurang puas dengan kinerja lini depan dan membutuhkan striker baru.

Persis juga butuh playmaker pelapis jika Ilhamul Irhaz berhalangan tampil. Di skema 4-2-3-1 ala AY, playmaker memang memegang peran krusial dalam mengendalikan permainan. “Harus ada minimal dua pemain bertipikal sama di sebuah posisi,” ujar pelatih asal Malang tersebut.

Jantung pertahanan juga perlu perhatian khusus karena Persis hanya punya Jodi Kustiawan, Wahyu Kristanto dan Fajar Zainul Muttaqin sebagai stoper murni. Dalam sejumlah ujicoba, penampilan Fajar terbukti masih kurang meyakinkan.

Susanto memang bisa ditarik sebagai bek tengah, tapi posisi aslinya adalah gelandang bertahan. Kelompok suporter Persis yang tergabung dalam Surakartans meminta tim benar-benar selektif mencari pemain untuk membangun skuat yang kompetitif. “Kami melihat sejauh ini proses pemilihan pemain cenderung seadanya,” ujar perwakilan Surakartans, Adith. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)