Sempurnanya Musim Bernardo Silva

Bernardo Silva (Reuters/Carl Recine)
11 Juni 2019 11:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, PORTO - Bukan Cristiano Ronaldo, tapi Bernardo Silva yang menyandang gelar Pemain Terbaik di UEFA Nations League 2018/2019. Gelandang Portugal tersebut ditahbiskan sebagai pemain paling oke sepanjang putaran final turnamen antar-negara di Eropa edisi perdana ini.

Ronaldo memang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen dengan torehan 3 gol. Namun, peran Bernardo Silva tak kalah penting untuk membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League 2018/2019. Gelandang kreatif Manchester City tersebut menjadi inisiator gol semata wayang pada final yang dilesakkan pemain Portugal, Goncalo Guedes, ke gawang Belanda.

Total, Bernardo Silva berkontribusi dalam proses tiga gol Selecao das Quinas pada Liga Nations musim ini, masing-masing dengan satu gol dan dua assist. Dia pun sejajar dengan Ronaldo dan Andre Silva dalam urusan kombinasi gol+assist. Dalam catatan Opta, Bernardo Silva menempati daftar top assist bagi Portugal sepanjang putaran final Liga Nations, yakni dua kali.

Wajar apabila UEFA lebih memilih Bernardo Silva sebagai Pemain Terbaik pada Liga Nations. Gelar ini seolah menyempurnakan musim Bernardo Silva yang sukses di level klub bersama City. Pada 2018/2019, dia telah mengantongi empat trofi bersama The Citizens, masing-masing Community Shield, Liga Premier, Piala FA, dan Piala Liga Inggris. Jadi, trofi Liga Nations bersama Portugal, pun menjadi gelar kali kelimanya di musim ini.

"Bagiku bisa menuntaskannya dengan cara ini sangatlah menakjubkan, jadi saya senang dengan musimku. Jadi, senang rasanya mengakhirinya dengan cara ini bersama orang-orang fantastis yang membantu kami melewati dua laga [pada putaran final Liga Nations] dan sekarang waktunya istirahat dan bersiap untuk musim depan agar bisa lebih baik lagi," jelas Bernardo Silva, seperti dikutip dailymail.co.uk.

Inilah kali pertama Bernardo Silva mengangkat trofi bersama Timnas Portugal. Pada saat Portugal menjuarai Euro 2016, ia belum masuk skuat inti Selecao das Quinas. Wajar apabila trofi Liga Nations terasa spesial bagi pemain berusia 24 tahun ini.

"Dia menunjukkan level kualitasnya dalam mengkreasi gol, performanya secara keseluruhan dalam dua laga sangat hebat. Dia memberi pengaruh positif bagi tim, baik ketika membawa atau tidak membawa bola," ujar Technical Observer UEFA, Packie Bonner, seperti dilansir uefa.com.