Saingi Barca, Madrid Ikut Buru De Ligt

Matthjis De Ligt (Reuters/Rafael Marchante)
22 Juni 2019 09:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MADRID - Spekulasi mengenai masa depan bek Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt, masih menjadi pembicaraan terpanas di bursa transfer. Terbaru, tim raksasa Spanyol, Real Madrid, dilaporkan tertarik menggaet kapten Ajax yang masih berusia 19 tahun tersebut.

Itu artinya akan terjadi perang "el clasico" antara Madrid dengan Barcelona untuk mendapatkan De Ligt. Rival abadi Madrid, Barcelona, sejak jauh-jauh hari dilaporkan ngotot menggaet bek sentral Timnas Belanda ini. Sebenarnya bukan hanya Barcelona. Beberapa klub terkemuka lainnya di Eropa juga berlomba memburu tanda tangan De Ligt, seperti Paris Saint Germain (PSG) dan Manchester United.

Seperti dilansir dailymail.co.uk, Jumat (21/6/2019), media Spanyol, RMC Sport, menyebut Madrid ikut memanaskan persaingan mendapatkan De Ligt setelah sang pemain bersangkutan mengaku akan memutuskan sendiri masa depannya. Dengan track record yang dimiliki Madrid, tim pencetak rekor juara Liga Champions ini pun berharap memiliki peluang untuk dijadikan destinasi pilihan berikutnya De Ligt dari Ajax musim depan.

Tim yang kembali dinakhodai Zinedine Zidane tersebut berencana melakukan perombakan skuat setelah musim lalu terpuruk dengan mengalami nirgelar. Los Blancos, julukan Madrid, telah mendatangkan Eden Hazard, Luka Jovic, dan Ferland Mendy, plus Eder Militao dan Rodrygo.

Kehadiran De Ligt diharapkan bisa memperkukuh pertahanan Los Blancos. Sejauh ini, jantung pertahanan tim Ibu Kota Spanyol sudah dipenuhi stok yang berisi Sergio Ramos, Raphael Varane, Nacho, Jesus Vallejo, serta Militao.

Penampilan De Ligt memang membuat kesengsem klub-klub besar. Meski masih berumur 19 tahun, dia menunjukkan kematangan serta kedewasaan di dalam dan luar lapangan. De Ligt mencatat penampilan 177 laga bersama tim senior Ajax. Dia juga menjadi kapten di skuat berjuluk Anak-Anak Tuhan tersebut.

Musim lalu, penampilan De Ligt dkk. sangat menggebrak di level domestik dan Eropa. Ajax mengawinkan gela Eredivisie dan Piala Belanda di level domestik. Sedangkan di level Eropa, Ajax secara mengejutkan menembus semifinal Liga Champions sebelum akhirnya disingkirkan Tottenham Hotspur.