PT SPN Klaim Gelontorkan Rp800 Juta/Bulan untuk Persis Solo

Persis Solo (Istimewa/persis/solo.id)
02 Juli 2019 15:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Sekjen Persis Solo, Dedy M. Lawe, mengatakan suporter hendaknya melihat permasalahan Persis saat ini secara komprehensif. Ia mengatakan PT Persis Solo Saestu yang saham mayoritasnya dimiliki PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) menggelontorkan dana sekitar Rp800 juta per bulan.

Anggaran tersebut diklaim selalu diberikan kepada manajemen sejak 2016. Jika dihitung, seandainya dana itu digelontorkan selama sembilan bulan selama satu musim kompetisi, berarti terdapat Rp7,2 miliar per musim. 

Artinya, jika dihitung sampai saat ini PT SPN telah menggelontorkan paling tidak Rp21,6 miliar untuk menghidupkan Persis. Walau demikian, target manajemen membawa Persis promosi ke Liga 1 Indonesia memang belum tercapai.

“Pengeluaran per bulan Rp800 juta sejak tiga tahun lalu. Itu untuk biaya home, away, pesawat dan sebagainya,” terang Dedy saat dihubungi Solopos.com, Senin (1/7/2019).

Ia mengatakan pengelolaan Persis oleh PT PSS terjadi sejak 2015 atau setelah PSSI memberlakukan aturan klub Liga 2 juga harus berbadan hukum. Hal itu membuat klub Liga 2 tak lagi boleh mendapat suntikan dana dari APBD suatu daerah. 

“Persis ini murni PT. Kalau ada nama ketua umum masih orang Solo, itu untuk menjaga Persis Solo sebagai bagian dari Kota Solo. Tapi klub itu milik pemegang saham,” terangnya.

Hanya, sudah ada kesepakatan PT PSS tak boleh dimiliki individu. Konsekuensinya, lambang dan lain sebagainya tetap tidak boleh diubah. Lebih lanjut ia mengatakan sebuah klub yang ingin naik ke Liga 1 juga wajib mempersiapkan berbagai hal. Ia mencontohkan, organisasi klub harus kuat.

“Kalau organisasinya enggak kuat, bisa seperti PSMS Medan. Mereka bisa naik kasta. Tapi cuma semusim, setelah itu turun kasta. Itu karena klub tak didukung keuangan yang kuat,” kata dia. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)