Preview Chile Vs Peru: 2 Langkah Menuju Sejarah

Timnas Chile (Reuters/Rodolfo Buhrer)
03 Juli 2019 08:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, PORTO ALEGRE - Chile masih dalam koridor yang benar untuk meraih hattrick juara Copa America. Tim berjuluk La Roja ini hanya perlu selangkah lagi mewujudkannya apabila bisa menundukkan Peru pada semifinal Copa America 2019.

Pertarungan babak empat besar itu bakal digeber di Arena do Gremio, Porto Alegre, Kamis (4/7/2019) pukul 07.30 WIB. La Roja jauh difavoritkan ketimbang lawannya. Jika berhasil membungkam Peru, Chile pun bakal lolos ke final dan bertemu pemenang duel klasik, Brasil melawan Argentina.

Ambisi La Roja untuk menorehkan sejarah di Copa America memang sangat besar setelah mereka secara beruntun menjuarai turnamen ini dalam dua edisi sebelumnya, masing-masing 2015 dan 2016. Nah, apabila bisa menjuarai Copa America 2019, Chile bakal menjadi tim kedua dalam sejarah yang bisa meraih hattrick juara di turnamen berusia 103 tahun ini. Sebelumnya, hanya Argentina yang mampu meraih juara tiga kali beruntun Copa America, masing-masing pada 1945, 1946, dan 1947.

"Kami ingin meninggalkan warisan sebagai juara tiga kali beruntun, itu mimpi kami. Oleh karena itu, kami ingin bermain dengan penampilan terbaik melawan Peru. Ini akan menjadi hal bersejarah bagi kami bisa menembus final dan itu tujuan kami," ujar gelandang kawakan Chile, Arturo Vidal, Selasa (2/7/2019).

Vidal menjadi bagian dari skuat Chile ketika menjuarai Copa America 2015 dan 2016. Gelandang Barcelona ini tentu masih ingat betul ketika Chile berhasil menyingkirkan Peru dengan skor 2-1 pada semifinal Copa America 2015. Tapi perlu diingat, saat itu Chile bermain di negara sendiri.

Peru pun bukan lagi selemah seperti ketika disingkirkan Chile empat tahun lalu. Di bawah tangan dingin pelatih kharismatik Ricardo Gareca, tim berjuluk Los Incas ini menumbangkan tim favorit juara, Uruguay, lewat adu penalti pada perempat final Copa America 2019.

"Kami perlu bermain sempurna, untuk menang dengan dominan. Peru punya kerja sama tim yang bagus, mereka bermain baik, hampir mirip seperti Kolombia [Chile menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti pada perempat final]. Itu mengapa laga ini akan sangat sulit dan fantastis," lanjut Vidal.

Chile dan Peru sama-sama memiliki senjata mematikan di lini depan. Chile bersama Eduardo Vargas dan Peru dengan Paolo Guerrero. Dua penyerang itu merupakan pemain tersubur yang masih aktif dalam sejarah Copa America, masing-masing mengoleksi 12 gol.

Vargas dikenal dengan julukan Manusia Turbo karena tenaganya yang seperti mesin. Dia menyokong dua gol ketika Chile mengempaskan Jepang 4-0. Vargas bisa menghidupkan lini depan La Roja dengan ditopang Alexis Sanchez.

Sementara Guerrero sejauh ini mengoleksi tiga gol di Copa America 2019. Cuma, ketajaman striker berusia 35 tahun ini  masih perlu diuji ketika melawan tim-tim besar. Terbukti, Guerrero gagal menyelamatkan muka Peru saat dipermalukan 0-5 oleh Brasil pada fase grup. Mantan bomber Bayern Munich dan Hamburg ini juga tak bisa menjebol gawang Uruguay dalam waktu normal dan perpanjangan waktu, pada perempatfinal lalu. 

"Kami dalam kondisi tepat untuk mentekel laga semacam ini. Mungkin ini laga yang lebih besar dari sebelum-sebelumnya namun kami bisa bermain lebih baik," ujar Pelatih Peru, Ricardo Gareca.