Tebus Felix Rp2 Triliun, Atletico Tuai Pro-Kontra

Joao Felix (Twitter)
05 Juli 2019 15:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MADRID - Sudah sejak lama, Atletico Madrid dikenal sebagai tim sederhana dengan kumpulan pemain pekerja keras dan tak kenal lelah. Filosofi itu lantas diberi julukan Cholismo, sejak tim Ibu Kota Spanyol ini ditangani Diego Simeone.

Cholismo diambil dari sapaan akrab Simeone, El Cholo. Secara finansial, kemampuan Atletico kalah jauh dibandingkan rival sekota mereka, Real Madrid, yang kerap jor-joran membeli pemain bintang. Maka Atletico lebih sering membeli pemain "murahan" bahkan gratisan untuk didatangkan ke markas mereka.

"Saya tidak bisa bermain untuk Real Madrid karena penampilanku. Mereka akan memaksaku memotong rambutku. Atletico gambaran pekerja, tukang batu, sopir taxi, dan penjual churros [jenis makanan ringan khas Spanyol dan Portugal]," ujar mantan gelandang Atletico, Jose Movilla, ketika menggambarkan indentitas mantan klubnya.

Cholismo juga menunjukkan identitas permainan Atletico yang bekerja keras di lapangan. Simeone lebih sering memainkan strategi bertahan dan menggunakan serangan balik sejak duduk di kursi pelatih tim berjuluk Los Rojiblancos ini.

Namun era Cholismo tersebut sepertinya mulai memudar belakangan ini. Atletico mulai doyan menghamburkan uang, setidaknya lima tahun terakhir. Terbaru, Los Rojiblancos ini menggaet striker berusia 19 tahun, Joao Felix, dari Benfica dengan banderol 112,9 juta poundsterling (Rp2,002 triliun).

Felix menggantikan posisi Antoine Griezmann yang menyatakan hengkang akhir musim 2018/2019 lalu. Wonder Kid asal Portugal ini pun bakal mewarisi jersey No. 7 yang sebelumnya dikenakan Griezmann di Atletico.

Kedatangan Felix tak hanya mengubah Atletico sebagai tim irit belanja menjadi tim yang hobi merogoh kocek dalam-dalam. Pemain yang musim lalu mengemas 15 gol dan 7 assist dalam 21 laga sebagai starter untuk Benfica bisa mengubah ciri khas permainan Atletico dari defensif menjadi ofensif.

Mantan pemain Atletico asal Portugal, Simao Sabrosa, menilai Felix tidak cocok dengan gaya Cholismo yang defensif. "Jujur, saya pikir Joao Felix tidak cocok untuk Atletico dengan cara Simeone sejauh ini. Griezmann masih bisa berusaha keras membantu pertahanan. Mentalitas simeone adalah bertahan, bertahan, bertahan, dan baru menyerang," urai Simao belum lama ini.

Bisa jadi, Simeone merevolusi permainan timnya, dengan meninggalkan gaya lamanya setelah kedatangan Felix. Apalagi, Los Rojiblancos sudah ditinggalkan sederet pilar mereka musim panas ini, yakni Griezmann, Lucas Hernandez, Diego Godin, Juanfran Torres, hingga Rodrigo Hernandez.

Sebenarnya, Atletico memiliki tradisi bomber haus gol. Felix bisa meneruskan pendahulunya sebagai bomber top dalam sejarah Atletico, mulai dari Fernando Torres, Sergio Aguero, Diego Forlan, hingga Diego Costa yang masih bertahan di Atletico musim depan. Meski begitu, Felix datang ketika tim ini dilanda eksodus pemain.

"Kali ini, skala perubahannya besar, banyak pemain Simeone yang pergi, dan faktanya banyak sekali, mungkin ini akan menjadikan Atletico beda. Dan salah satu yang pasti, Joao Felix juga tim berbeda [dibandingkan filosofi Cholismo]," tulis kolomnis Sid Lowe kepada The Guardian