Argentina Vs Chile: Pertaruhan Harga Diri

Timnas Argentina (Reuters/Sergio Moraes)
06 Juli 2019 11:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, SAO PAULO — Dari perebutan gelar juara menjadi perebutan gelar hiburan. Itulah nasib yang harus dialami Argentina dan Chile di Copa America 2019. Setelah bertarung di dua final beruntun pada 2015 dan 2016, mereka kini harus puas berebut tempat ketiga dalam duel di Arena Corinthians, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB.

Argentina dan Chile sama-sama menelan pil pahit di semifinal Copa America 2019. Argentina dipukul tuan rumah Brasil 0-2, sedangkan Chile secara mengejutkan dihajar Peru dengan skor 0-3. Puasa gelar Argentina, dan kapten Lionel Messi, resmi bertambah panjang. Sementara itu, Alexis Sanchez dkk. gagal mewujudkan ambisi meraih hat-trick juara Copa America.

Seusai tampil impresif di fase grup dengan membekuk Jepang 4-0 serta menjinakkan Ekuador 2-1, penampilan Chile mengalami penurunan. Mereka kalah 0-1 melawan Uruguay di laga terakhir grup, imbang 0-0 melawan Kolombia di perempatfinal (menang adu penalti), dan dikandaskan Peru di semifinal. Artinya, lini depan La Roja, Chile, gagal mencetak satu gol pun dalam tiga laga terakhir di waktu normal.

Mandulnya lini serang tersebut bisa membuat Chile dalam masalah besar ketika bersua Argentina. Sebab, Lionel Messi dkk. tengah mencari pelampiasan seusai kalah melawan Brasil dengan cara cukup kontroversial.

Argentina sejatinya bermain lebih baik daripada Brasil. Saat itu Albiceleste unggul penguasaan bola maupun jumlah tembakan, tapi terkendala finishing. Keberuntungan kianmenjauh setelah wasit Roddy Zambrano membuat keputusan yang dianggap merugikan Tim Tango.

Wasit asal Ekuador itu tak mau meninjau ulang insiden di kotak penalti saat pemain Argentina dijegal pemain Brasil di kotak penalti. Puncaknya adalah saat Sergio Aguero tampak dijatuhkan Dani Alves. Wasit tak memberikan hukuman dan juga tidak meninjau video assistant referee (VAR).

Alhasil, tak lama berselang Argentina kebobolan dan kalah 0-2. Jika mencari sasaran pelampiasan, rasanya tak ada yang lebih baik daripada lawan yang sudah mengalahkan mereka lewat adu penalti di final 2015 dan 2016. Harga diri Argentina sebagai tim besar juga bisa sedikit dipulihkan lewat titel juara ketiga.

Albiceleste di atas angin jika melihat rekor pertemuan melawan Chile yakni memenangi 59 laga dari 89 pertemuan. Adapun Chile hanya mampu enam laga di antaranya. Namun Chile jelas tak akan memberi karpet merah bagi Albiceleste. Pelatih Chile, Reinaldo Rueda, mengakui kekalahan 0-3 dari Peru masih terasa menyakitkan.

“Namun saya mengambil tanggungjawab atas semua yang terjadi. Kami harus tetap melihat ke depan,” ujar Rueda dilansir Sports.