Persis Solo Tahan Imbang Persik Kediri 1:1 di Madiun

Penyerang Persis Solo, Dimas Galih (kanan), mencoba melewati adangan pemain Persik Kediri di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (6/7/2019). (istimewa - ofisial Persis Solo)
06 Juli 2019 20:30 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, MADIUN -- Persis Solo bermain imbang 1-1 saat menjamu Persik Kediri di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (6/7/2019) sore. Laskar Sambernyawa tak dapat memanfaatkan laga kandang perdana mereka di Liga 2 musim 2019 untuk memetik kemenangan.

Hasil itu membuat Persis baru mengantongi poin dua dari tiga laga. Sementara Persik mendapat tambahan poin satu sehingga mereka total mengoleksi poin delapan dari empat laga. Laga itu memperpanjang rekor tak pernah menang yang disandang Persis saat berjumpa Persik di laga resmi sejak 2011.

Upaya pelatih Persis, Agus Yuwono (AY), mengganti formasi dan merotasi sejumlah pemain tak mampu memberikan dampak positif secara instan. Namun, perlu digarisbawahi, bagi Persis, laga itu menjadi laga kandang rasa tandang.

Pendukung Persik, Persikmania maupun CyberXtreme, memadati tribun timur dan selatan. Mereka datang untuk memberikan dukungan kepada Macan Putih, julukan Persik. Di sisi lain, kelompok pendukung Persis, Pasoepati, konsisten tak datang menonton laga.

Pada laga tersebut, AY mengganti formasi menjadi 4-4-2 (sebelumnya 4-2-3-1). Posisi kiper dipercayakan kepada Muh. Sendri Johansah menggantikan Sukasto Efendi yang gagal bersinar di dua laga sebelumnya.

Kemudian, AY mengganti posisi striker tunggal yang biasanya ditempati Ugiek Sugianto dengan duet Dimas Galih dan Nanang Asripin. Kemudian, Hapidin akhirnya mendapat kesempatan bermain sejak menit awal di posisi naturalnya, sayap kanan.

Pelatih Persik Budiardjo Thalib, juga menggunakan skema tak biasa. Ia menumpuk pemain di sektor tengah untuk meredam permainan Persis dan hanya menggunakan striker tunggal.

Pada babak pertama, tak ada gol tercipta. Skema dua striker belum mampu menjebol gawang yang dikawal Syaiful Amar. Skor kaca mata bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, pemain Persis Solo sempat melakukan pelanggaran sehingga hampir saja memicu bentrok antarpemain. Petaka datang bagi kiper Persis, Sendri Johansah, pada menit ke-75. Pemain Persik sukses menyarangkan gol melalui sundulan Septian Satria Bagaskara yang turun dari bangku cadangan. Ia memanfaatkan sepak pojok.

Persis terus berusaha menggempur pertahanan Persik. Dimas Galih akhirnya mampu memanfaatkan kemelut di mulut gawang Persik dan dengan mudah menceploskan gol untuk timnya.

Meski masih terus saling serang, kedua tim tak mampu menambah jumlah gol. Pertandingan itu berakhir dengan skor 1-1.

Pelatih Persis, AY, mengakui timnya kembali gagal meraih poin penuh di laga tersebut. Namun, ia menilai anak-anak asuhnya memiliki semangat sangat keras untuk membalikkan keadaan setelah mereka kebobolan terlebih dulu.

“Meskipun kami cuma bisa membikin satu gol,” terangnya seusai pertandingan.

Pelatih Persik, Budihardjo Thalib, menilai wasit dalam pertandingan berlaku kurang sportif. Kinerja wasit di laga itu merugikan timnya.

“Pelanggaran yang terjadi di babak pertama dan kedua merugikan tim kami. Kami dilanggar, tak diberi kartu. Mereka dilanggar sedikit saja, kami diberi kartu. Akhirnya buat gol balasan itu sebenarnya tidak free kick,” kata dia.