Dikira Bobotoh, 33 Jakmania Indramayu Dibawa Polisi Jelang Persija Vs Persib

Suporter Persija Jakarta dengan nuansa oranye. (Antara/Puspa Perwitasari)
10 Juli 2019 15:35 WIB Rayful Mudassir Indonesia Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sebanyak 33 orang diamankan pihak kepolisian jelang laga lanjutan Liga 1 Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Rabu (10/7/2019).

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan 33 orang tersebut diamankan lantaran tak mempunyai tiket saat berada di area SUGBK. "Ada laporan dari Pamdal ada kurang lebih 33 orang di dalam area ketika melalui pemeriksaan," ujarnya.

Arie menyebutkan bahwa 33 orang itu berada di area stadion mengenakan pakaian Persija Jakarta, tetapi saat dilakukan pemeriksaan KTP, seluruhnya bukan berasal dari Jakarta.

Dia enggan menduga mereka merupakan suporter Persib Bandung yang ingin menyaksikan pertandingan tersebut secara diam-diam. Pasalnya, aparat telah melarang suporter Maung Bandung hadir di SUGBK dengan alasan keamanan.

"Mereka pakai pakaian Persija, tapi KTP-nya bukan Jakarta. Sedang kita klarifikasi. Mereka diamankan di Polda Metro Jaya," ujarnya.

Disangka Bobotoh

Puluhan orang tersebut awalnya disangka sebagai Bobotoh atau suporter Persib, namun ternyata bukan. Belakangan diketahui mereka adalah suporter Persija dari luar kota. Bahkan, sebagian telah berada di dalam stadion sejak semalam, Selasa (9/7/2019).

"Bukan Bobotoh. Mereka pendukung Persija dari Indramayu. Mereka diamankan di dalam stadion karena menyusup masuk ke dalam stadion. Mereka menunggu di data lebih dulu," kata Sekretaris Umum (Sekum) The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, di kawasan SUGBK.

"Ketahuan tadi pukul 10.00 WIB. Saat disisir, mereka kedapatan telah berada di dalam stadion," imbuh Diky.

Diky menambahkan, salah satu petugas kepolisian yang menjaga puluhan orang tersebut mengatakan, mayoritas dari suporter diamankan karena dikhawatirkan berasal dari pendukung Persib Bandung.

Apalagi, mereka tidak hafal dengan yel-yel sebagai bentuk dukungan untuk Persija. "Mereka dibawa polisi untuk diperiksa dan tidak bisa masuk karena tidak punya tiket," pungkas Diky.

Sumber : Suara.com