Jalan Terjal Pembongkaran San Siro

AC Milan vs Inter Milan (Reuters/Daniele Mascolo)
13 Juli 2019 00:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MILAN - Tanggal 24 Juni 2019 barangkali menjadi hari penanda akhir era San Siro. Di tanggal itu, AC Milan dan Inter Milan sepakat menghancurkan stadion berkapasitas 80.018 penonton tersebut. Sebuah stadion baru bernilai 690 juta poundsterling bakal berdiri di dekat lokasi stadion lama. Megaproyek ini ditargetkan selesai awal musim 2022/2023.

Kabar ini jelas menjadi berita menyedihkan, tak hanya bagi pendukung duo Milan, melainkan juga bagi para penggemar sepak bola di dunia. San Siro yang dibangun sejak Desember 1925 memang sudah menjadi salah satu stadion ikonik di jagat sepak bola. 

Stadion milik Pemerintah Kota Milan itu pernah menghelat laga akbar Piala Dunia 1934, Piala Dunia 1990 hingga Euro 1980. Stadion dengan nama lain Giuseppe Meazza itu juga pernah menjadi venue konser musisi ternama seperti Bob Marley, David Bowie, Bruce Springsteen hingga Duran-Duran.

Namun belakangan rencana pembongkaran stadion itu menemui jalan terjal. Matteo Salvini, Menteri Dalam Negeri Italia yang juga fans AC Milan garis keras, mengaku tak bisa menyetujui penghancuran San Siro. Lelaki yang juga pimpinan Partai Liga itu menilai langkah pembongkaran stadion berlawanan dengan semangatnya sebagai penggemar olahraga. 

“Saya meminta salinan proyek. Setiap inisiatif disambut, terutama jika itu membantu kami mengelola keamanan dengan lebih baik. Namun sebagai penggemar olahraga, Italia, lokal Milan, dan 'Milanista', saya tidak bisa memikirkan pembongkaran Stadion San Siro yang megah,” kata Salvini dilansir Football Italia, Kamis (11/7/2019).

Banyak klub terkemuka Italia berusaha membangun stadion sendiri dengan berbagai sarana yang bisa mereka gunakan untuk memacu pendapatan sebagaimana halnya dengan banyak klub Eropa terkemuka. Saat ini, sebagian besar stadion sepak bola Italia dimiliki oleh otoritas lokal yang memiliki kepentingan sendiri. 

Kepemilikan San Siro yang berada di tangan Pemkot Milan menjadi salah satu alasan kenapa stadion itu masih kukuh berdiri hingga saat ini. Penolakan tersebut tentu membuat Inter dan Milan akan mengatur siasat ulang. Tanpa restu Dewan Kota Milan, proyek stadion baru yang rencananya berkapasitas 60.000 orang itu terancam tak akan pernah dimulai.