Pasoepati Tuntut Sekjen Persis Solo Mundur

Suasana diskusi dan halal bihalal DPP Pasoepati dan elemen suporter lain di Grand Sae Hotel, Kamis (20/6 - 2019) malam. (Istimewa/DPP Pasoepati)
16 Juli 2019 14:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Kelompok pendukung Persis Solo, Pasoepati, menyerukan keluarnya Sekjen Persis, Dedi M. Lawe dari tubuh manajemen. Mereka menilai ketidakprofesionalan manajemen membuat tim kebanggan mereka semakin terpuruk.

Pemicu terbesar yang semakin menguatkan desakan mundurnya Dedi M. Lawe adalah kekonyolan dalam kesalahan nomor jersey rekrutan terbaru M. Shulton Fajar dalam laga kontra Martapura FC di Stadion Wilis, Kota Madiun, Minggu (14/5/2019). Kesalahan itu membuat Persis hanya bisa bermain dengan 10 pemain sejak menit awal hingga pertandingan usai.

Persis juga gagal meraih poin penuh dalam laga itu. Sejatinya, permainan Tegar Hening Pangestu dkk. cukup menjanjikan. Sayang, kalah jumlah pemain membuat pertandingan berakhir dengan skor kaca mata.

Salah satu anggota Pasoepati, Sengkut, bisa bertemu dengan Pelatih Persis Agus Yuwono (AY) di mes pemain seusai laga. Beberapa fakta yang diungkapkan AY menguatkan dugaan Pasoepati yang menilai manajemen tidak serius.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengatakan sesuai pertemuan antara Sengkut dengan AY, ia mendapat beberapa fakta seperti target tim yang tidak serius promosi ke Liga 1. Dedi hanya menyatakan target Persis musim ini bertahan di Liga 2.

“Padahal, sejak tiga tahun lalu, Dedi selalu mengatakan manajemen serius membawa Persis promosi ke Liga 1. Yang terbaru ya baru beberapa bulan lalu saat diskusi membahas stadion kandang sementara Persis. Dedi juga mengatakan dengan mantap mau naik Liga 1. Tapi kecerobohan manajemen di laga kontra Martapura FC membuka mata kita kalau semuanya hanya bualan Dedi,” paparnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (15/7/2019).

Lelaki yang akrab disapa Rio itu mengatakan Pasoepati akan terus menuntut Dedi mundur. Menurutnya, jika Dedi masih ada di tubuh manajemen Persis, selamanya Persis tak akan berprestasi yang mungkin juga bisa terdegradasi.

“Beberapa waktu lalu, Dedi mengatakan pemecatan manajer lama Persis Catur Prasetya karena dorongan suporter. Kini, kami menuntut Dedi yang mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Rio mengatakan Pasoepati akan menyatukan semangat dan gerakan untuk menyelamatkan Persis. Ia tak ingin Laskar Sambernyawa semakin terpuruk. “Kami tetap mendukung kalian skuat Persis. Tapi, maaf, kami masih harus berjuang membersihkan manajemen dari orang-orang yang tidak paham sepak bola,” papar dia.