Suporter Ingin Sambangi Mes Persis Solo, Siap Motivasi Pemain

Kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
17 Juli 2019 08:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Sejumlah suporter akar rumput Persis Solo berencana menyambangi mes tim di Madiun pada Rabu (17/7/2019). Kegiatan tersebut merupakan spontanitas suporter untuk membantu menaikkan moral Jodi Kustiawan dkk. yang tengah terpuruk menyusul konflik beruntun di tubuh tim.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, sejumlah pendukung Persis yang tidak terafiliasi dengan kelompok suporter berencana berangkat ke mes pemain Rabu siang. Mereka ingin mengobrol dan tukar pikiran dengan pemain sebelum skuat Laskar Sambernyawa berangkat ke Madura untuk laga melawan Madura FC.

“Lebih ke ngobrol santai saja sih. Sebagai suporter, kami juga ingin turut memotivasi pemain,” ujar salah seorang inisiator gerakan, Icha, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (16/7/2019).

Icha mengatakan aksi tersebut murni gerakan suporter akar rumput yang ingin ada perbaikan di manajemen Persis. Menurut Icha, para suporter Persis yang ingin bergabung dapat berkumpul di depan Kantor Satpol PP Solo (utara Balai Kota) Rabu pukul 12.00 WIB. “Gerakan ini terbuka untuk semua elemen suporter,” kata dia.

Penggawa Persis sendiri hanya berlatih ringan di Lapangan Gulun yang terletak di dekat mes Persis seusai ancaman mogok mereka seusai laga melawan Martapura FC. Latihan tersebut dipimpin kartaker pelatih, Choirul Huda. Adapun pelatih fisik Persis, Lukman Afif, tak tampak lantaran izin pulang ke kampung halaman.

Cak Irul, sapaan akrab Choirul Huda, mengatakan tim tetap berlatih untuk menjaga kondisi fisik. “Sore ini kami latihan ringan saja di lapangan depan mes. Besok pagi [Rabu, 17/7/2019] kembali latihan di Stadion Wilis,” ujar eks Asisten Pelatih Perseru Serui itu.

Sementara itu, kapten Persis, Tegar Hening Pangestu, enggan bicara banyak ihwal pertemuan pemain dengan Dedi M. Lawe pada Selasa. Dia mengaku ingin menenangkan diri terlebih dulu di tengah konflik yang mendera Persis. “Saya belum bisa bicara apa-apa. Saya ingin rileks,” kata dia.

Sekjen Persis Solo, Dedi M. Lawe, mengaku sudah berbicara dari hati ke hati dengan para pemain. Pihaknya menegaskan tak ada istilah mogok berlatih apalagi mogok bermain di tim. “Mogok gimana, tim tetap latihan. Para pemain sudah profesional.”