Persis Solo Didenda Rp50 Juta

Penyerang Persis Solo Ugiek Sugiarto (dua dari kanan) merayakan golnya ke gawang Persik Kediri pada laga uji coba yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/4 - 2019). (Istimewa)
25 Juli 2019 20:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, MADIUN - Aksi pelemparan flare ke lapangan oleh suporter saat Persis Solo melawan Martapura FC pada laga Liga 2 Indonesia wilayah timur di Stadion Wilis, Kota Madiun, pada 14 Juli 2019 lalu berbuntut panjang. Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah memutuskan memberikan sanksi berupa denda kepada Persis atas kejadian tersebut.

Keputusan itu adalah salah satu dari hasil sidang Komdis PSSI pada Selasa (23/7/2019). Dalam pengumuman yang disampaikan PSSI melalui website resmi pssi.org, Rabu (24/7/2019), dijelaskan terdapat total 10 tim Liga 1 dan Liga 2 yang mendapat hukuman.

Persis dihukum denda senilai Rp50 juta karena terjadi pelemparan flare ke lapangan saat pertandingan berlangsung. Aksi suporter tersebut tentu saja merugikan klub dan tim. Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, mengatakan sudah menerima surat resmi dari PSSI perihal sanksi yang harus mereka dapatkan.

Menurutnya, manajemen pasti akan membayar denda karena hal itu merupakan kesalahan mereka. “Itu kesalahan kami. Kami tidak akan banding,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Kamis (25/7/2019).

Ia menilai, suporter sebenarnya sudah memahami terkait larangan menyalakan flare di stadion. Namun, ia menduga, aksi itu terjadi karena terjadi gejolak hebat pada diri suporter. Pada laga itu, Laskar Sambernyawa hanya bisa bermain dengan 10 pemain karena terjadi ketidakcocokan antara daftar susunan pemain (DSP) dengan nomor punggung yang dikenakan Muhammad Shulton.

Meski hanya bermain dengan 10 pemain, Tegar Hening Pangestu dkk., sebenarnya mampu bermain bagus. Sejumlah peluang mereka dapatkan. Bahkan, sempat terjadi satu gol ke gawang Martapura FC. Sayang, satu gol yang sempat membuat asa Laskar Sambernyawa meningkat, rupanya dianulis wasit.

“Mungkin karena gol yang dianggap offside, suporter agak sedikut bergejolak. Semoga ke depan lebih baik lagi,” terangnya.