Manajemen Persis Solo Minta Suporter Tertib

Suporter Persis Solo. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
26 Juli 2019 08:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Persis Solo mendapat hukuman dari PSSI setelah suporter mereka menyalakan flare saat melawan Martapura FC di Stadion Wilis, Kota Madiun, 14 Juli 2019 lalu. Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berupa denda Rp50 juta ke Persis.

Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, mengatakan manajemen mengimbau suporter bisa tertib saat menonton pertandingan. Ia meminta suporter tidak melanggar larangan dari PSSI yang dapat merugikan klub dan tim (pemain).

“Merugikan pemain itu begini, saat pemain onfire, lalu ada sebuah flare atau yang gangguan lainnya, pertandingan bisa dihentikan. Jeda itu bisa membuat semangat pemain down lagi,” katanya saat dihubugi Solopos.com, Kamis (25/7/2019).

Sementara itu, salah satu pendukung Persis di akar rumput, Fadlan, menilai flare yang dinyalakan suporter adalah bentuk cinta mereka kepada Laskar Sambernyawa. Menurutnya, euforia di dalam stadion memang tak dapat diantisipasi.

“Jadi denda oleh Persis saya kira bukan kesengajaan dari suporter. Itu bentuk luapan ekspresi saking cintanya kepada Persis,” kata dia kepada Solopos.com, Kamis.

Selain Persis, dua tim Liga 2 lainnya juga mendapat denda masing-masing Rp50 juta. Mereka adalah Persik Kediri dan PSPS Riau. Persik mendapatkan sanksi karena terjadi pelemparan botol dan ada suporter yang turun ke dalam lapangan saat laga kontra Persewar Waropen. Sedangkan PSPS Riau didenda karena ada flare yang menyala dalam laga kontra Aceh Babel United FC.