Juarai Dutch Super Cup 2019, Bukti Ajax Tak Bergantung De Jong & De Ligt

Ajax Amsterdam (Reuters/Costas Baltas)
29 Juli 2019 15:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, AMSTERDAM — Ajax Amsterdam mulai mendemonstrasikan bahwa mereka tetap kuat meski ditinggal Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong. Itu mereka buktikan dengan menjuarai Johan Cruyff Shield alias Dutch Super Cup 2019. Rival abadi Ajax, PSV Eindhoven, dipaksa menyerah dengan skor 2-0 di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Minggu (28/7/2019) dini hari.

Gelar tersebut menjadi trofi ketiga Ajax sepanjang 2019, atau setelah tim menjadi kampiun Eredivisie dan KNVB Beker. Kemenangan itu juga memutus puasa gelar De Godenzonen (Si Anak Tuhan) selama enam tahun di Johan Cruyff Shield. Sinyal kedigdayaan Ajax sudah terlihat saat Kasper Dolberg merobek gawang PSV ketika laga baru berjalan 35 detik.

Pada menit ke-53, tendangan keras Daley Blind dari luar kotak penalti menggandakan keunggulan Ajax. Gol itu sekaligus menyegel gelar Johan Cruyff Shield kesembilan sepanjang sejarah klub. Pelatih Ajax, Erik ten Hag, mengatakan keberhasilannya membekuk PSV tak lepas dari tekanan intens yang diberikan, terutama di babak pertama.

“Laga ini merupakan yang pertama bagi kami musim ini dan kami bisa melakukannya dengan baik. Kami bisa menekan meski lawan memberikan perlawanan” kata ten Hag dilansir NOS., Minggu.

Di laga tersebut, ten Hag memberikan debut resmi pada pemain belia dan sejumlah rekrutan baru seperti Sergino Dest, Lisandro Martinez, Quincy Promes, Ravzan Marin hingga Perr Schuurs. Martinez dan Schuurs tampil solid meski baru pertama berduet di jantung pertahanan.

Schuurs, 19 tahun, yang musim ini promosi dari Jong Ajax, bahkan berpotensi menjadi “Matthijs de Ligt” selanjutnya menyusul ketenangannya di lini belakang. Adapun Marin, gelandang anyar asal Standard Liege, memiliki potensi menjadi jenderal lini tengah menggantikan Frenkie de Jong.

Meski demikian, ten Hag menilai performa timnya masih belum sebaik musim lalu karena banyak pemain anyar yang baru tampil untuk kali pertama. Namun pelatih 49 tahun itu yakin bisa mengatasinya seiring musim berjalan. Ten Hag tak menampik persaingan menuju gelar Eredivisie 2019/2020 bakal kian berat setelah kepergian de Jong dan de Ligt. Selain PSV, Feyenoord Rotterdam berpotensi menggoyang singgasana Ajax di kompetisi domestik.

“Permainan kami mengalami penurunan, kondisi tim masih belum sesuai harapan. Sekarang kami harus lebih berkembang menghadapi persaingan yang ketat. Tapi, rasanya itu sudah menjadi bagian dari Ajax,” ujar ten Hag.

Sementara itu, PSV yang menurunkan pemain barunya yakni Olivier Boscagli tampak sulit mengembangkan permainan saat melawan Ajax. Klub berjuluk De Boeren (Si Petani) itu bahkan hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran selama 90 menit. Kapten PSV, Pablo Rosario, mengakui performa tim tak cukup baik untuk menjuarai turnamen.

“Kami kebobolan gol cepat dan tidak pernah menemukan ritme. Kami juga ceroboh dalam penguasaan bola,” sesal Rosario, seperti dilansir psv.nl.

Sejatinya perebutan Johan Cruyff Shield mempertemukan juara Eredivisie dengan juara KNVB Beker. Namun karena Ajax tampil sebagai juara di dua ajang itu, PSV yang musim lalu menjadi runner up kompetisi kemudian berhak tampil ke Johan Cruyff Shield.