Ingat Aston Villa, Belanja Besar Bukan Jaminan!

Aston Villa (Reuters/Tony O'Brien)
30 Juli 2019 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, LONDON — Bukan Liverpool, Arsenal, bukan pula duo Manchester. Klub terboros dalam belanja pemain di bursa transfer Liga Premier Inggris musim panas ini justru berlabel tim promosi. Ya, Aston Villa menjadi klub paling jor-joran sejauh ini setelah mengeluarkan kocek hingga 115,1 juta poundsterling (Rp1,98 triliun) untuk memboyong 10 pemain baru di bursa transfer.

Agresivitas The Villans melebihi tim kaya raya sekaligus juara bertahan, Manchester City, yang mengeluarkan dana 81 juta poundsterling (Rp1,4 triliun) untuk membeli tiga pemain. Yang termahal adalah Rodri dengan banderol 63 juta poundsterling ketika didatangkan dari Atletico Madrid.

Klub papan tengah, Leicester City, menyusul di posisi ketiga sebagai tim teraktif di bursa transfer karena sudah membelanjakan dana 76,59 juta poundsterling (Rp1,3 triliun). Keseriusan Villa di jendela transfer tak lepas dari keinginan mereka kembali dalam persaingan Liga Premier.

The Villans tak ingin sekadar numpang lewat untuk kemudian terdegradasi kembali ke Divisi Championship (kasta kedua di Inggris). Tim asuhan Dean Smith itu sejauh ini sudah mengamankan tanda tangan Wesley, Tyrone Mings, Matt Target, Ezri Konsa dan Anwar El Ghazi. Ada pula Bjorn Engels, Jota, Kortney Hause, Trezeguet dan pemain paling gres, Douglas Luiz.

Trezeguet yang juga winger Timnas Mesir menjadi salah satu pemain paling menjanjikan yang didatangkan The Villans. “Saya telah menyaksikannya beberapa kali, dia adalah tipe sayap yang kami cari. Dia mampu mencetak gol dan mendatangkan masalah di sepertiga akhir penyerangan,” ujar Pelatih Villa, Dean Smith, dilansir Sky Sports.

Dengan sokongan triliuner asal Tiongkok, Tony Xia, Aston Villa disebut belum akan menghentikan pergerakan di bursa transfer. Villa masih memburu bek Club Brugge, Marvelous Nakamba, kiper Cardiff City, Neil Etheridge, dan winger muda Liverpool, Harry Wilson.

Meski demikian, The Villans perlu ingat bahwa belanja besar bukan jaminan bagi tim promosi untuk berprestasi di Liga Premier. Pengalaman Fulham musim lalu yang membelanjakan dana 105,3 juta poundsterling untuk membeli 12 pemain mestinya bisa menjadi pelajaran.

Alih-alih bertahan, The Cottagers justru kembali terlempar ke kasta kedua setelah hanya memetik tujuh kemenangan sepanjang musim. Fulham kesulitan menyolidkan tim lantaran sebagian skuat diisi wajah baru.