Dedi Out, Suporter Persis Solo Siap Kaji Sikap Boikot

Pasoepati merayakan kemenangan Persis Solo (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
30 Juli 2019 21:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — DPP Pasoepati siap mengkaji ulang arahan boikot menonton pertandingan Persis Solo musim ini. Hal itu setelah manajemen tim mengamini aspirasi suporter yang meminta Sekjen Persis, Dedi M. Lawe, dicopot dari jabatannya. Keputusan final mengenai berlanjut tidaknya aksi boikot bakal disampaikan setelah elemen suporter bertemu manajemen pekan ini.

Sebagai informasi, Pasoepati mengeluarkan arahan boikot pada 20 Juni 2019 lalu menyusul meruncingnya polemik dengan manajemen. Selain aksi boikot, ada tiga poin lain yang disepakati salah satunya tidak membuka komunikasi dengan manajemen.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengatakan suporter kini siap berdiskusi dengan manajemen menyusul pemberhentian Dedi sebagai Sekjen Persis. “Pencopotan Dedi memang menjadi syarat dari kami apabila manajemen menghendaki duduk bersama dengan suporter,” ujar Rio, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (30/7/2019).

Pihaknya menyatakan siap mengkaji ulang sikap boikot menyusul sikap akomodatif manajemen terhadap tuntutan Pasoepati. Menurut Rio, peluang suporter kembali memenuhi laga kandang Persis musim ini terbuka lebar apabila manajemen berkomitmen penuh membenahi tim agar lebih profesional.

“Komitmen itu akan kami lihat di pertemuan dengan manajemen nanti,” ujar Rio.

Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan kelompok pendukung Persis yang tergabung dalam Surakartans. Mereka berencana baru akan menonton laga kandang Laskar Sambernyawa apabila tim telah kembali ke Stadion Manahan Solo.

Perwakilan Surakartans, Adith, mengatakan Surakartans tidak pernah mengeluarkan arahan resmi berupa boikot laga kandang Persis. Surakartans hanya menyarankan anggotanya agar menonton laga away Persis saja ketimbang harus ke Madiun.

“Jadi sebenarnya teman-teman hanya menunggu Persis bisa kembali bermain di Manahan. Kami menunggu klimaks itu.”