SHW Siap Lepas Saham di Persis Solo, Tapi...

Penyerang Persis Solo Ugiek Sugiarto (dua dari kanan) merayakan golnya ke gawang Persik Kediri pada laga uji coba yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/4 - 2019). (Istimewa)
01 Agustus 2019 14:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Pemegang saham terbesar PT. Persis Solo Saestu (PSS) sebagai pengelola klub Persis Solo siap melepaskan sahamnya. Namun, mereka menginginkan Persis dikelola secara profesional sehingga bisa lebih berprestasi di masa depan.

Pemegang saham terbesar PT. PSS adalah PT. Syahdana Properti Nusantara (SPN) yang dimiliki oleh Sigid Haryo Wibisono (SHW). Saham PT SPN di PT PSS mencapai 90 persen. Sedangkan 10 persen saham lainnya dimiliki sejumlah pihak termasuk klub-klub internal Persis.

“Kalau yang terbaik beli profesional [saham], ya mangga. Pak Sigid [SHW] terbuka karena tujuannya dalah menyelesaikan masalah. Asal Persis Solo berkelanjutan dan pengelolanya siap maju ke Liga 1 mangga. Tapi syaratnya orang yang beli jangan satu tahun [Persis] mati,” ungkap Direktur Umum (Dirut) PT. PSS, Eddy Junaidi, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (31/7/2019).

Bahkan, pada 2017, SHW pernah berencana menghibahkan Persis ke rakyat Solo melewati Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Namun, karena suatu alasan, hal tersebut gagal terealisasi.

Ia menjelaskan, dirinya turun ke lapangan sebagai wujud nyata tekad manajemen Persis mencari solusi permanen atas berbagai masalah yang selama ini timbul. Ia mengatakan SHW siap melepas saham jika hal itu menjadi jalan terbaik bagi Persis.

“Tolong kesampingkan obsesi Pak Sigit dengan kondisi Persis. Saya mengakui, ini kesalahan manajemen memilih figur. Seharusnya kalau masalahnya segera diselesaikan, masalah tidak jadi panjang,” tuturnya.

Ditanya soal pertemuan dengan elemen suporter, Eddy akan bersikap terbuka dalam menerima masukan dan kritik. Sebelum pertemuan resmi manajemen dengan suporter yang rencananya digelar di Resto Godong Salam, Jumat (2/8/2019) malam, dirinya telah terlebih dahulu menemui para senior Pasoepati.

“Kami sudah mendapatkan masukan. Tetapi pertemuan besok adalah pertemuan resmi. Yang mengundang manajemen Persis. Tapi nama-namanya dari Mas Rio [Aulia Haryo Suryo]. Kami minta perwakilan 25 suporter dan yang sepuh. Kalau ada yang senior, manajemen menambahkan [untuk diundang],” terangnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kehadiran SHW di PT. PSS terjadi karena dorongan dari PSSI untuk membantu keuangan Persis pada 2016. Menurutnya, SHW sebenarnya mendapatkan tawaran untuk membantu tujuh tim. Tetapi SHW memilih Persis karena berasal dari Solo.

“Pak Sigid tidak berminat atau berambisi mengurus sepak bola. Beliau ingin mendukung Persis ke kasta lebih tinggi. Sejak awal Pak Sigid menyadari, mengelola klub sepak bola harus siap merugi,” kata dia.