Pasoepati Tunggu Langkah Konkret Manajemen Persis Solo

Pasoepati merayakan kemenangan Persis Solo (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
01 Agustus 2019 18:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Pendukung Persis Solo ingin mengetahui dengan pasti target dan strategi manajemen Persis untuk meraih target musim ini. Hal itu akan ditanyakan langsung dalam pertemuan resmi antara manajemen dengan suporter di Resto Godong Salam, Jumat (2/8/2019) malam.

Pertemuan itu disebut-sebut menjadi babak baru hubungan manajemen dengan suporter. Seperti diketahui, sejak launching tim digelar di Madiun, para suporter dari kelompok Pasoepati dan Surakartans kompak memboikot pertandingan.

Namun, pertemuan pada Jumat bisa saja membuat boikot berakhir. Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengatakan akan menanyakan sejauh mana keseriusan manajemen yaitu PT. Persis Solo Saestu (PSS) mengurus tim Persis.

“Mau dibawa kemana arah klub ini? Berikan bukti konkret. Kalau tidak tercapai mau bagaimana? Kami ingin ada komitmen antara manajemen dengan stakeholders yang ada di Solo,” ungkap lelaki yang akrab disapa Rio itu saat dihubungi Solopos.com, Rabu (31/7/2019).

Selanjutnya, suporter ingin mengetahui bagaimana tawaran manajemen soal konsekuensi atas target yang sudah mereka patok. Menurutnya, konsekuensi itu penting untuk menjaga hubungan imbal balik terukur antara manajemen dengan suporter.

“Kami juga ingin menyampaikan agar masalah-masalah yang terjadi selama dipegang manajemen yang lama seperti gonta-ganti manajer dan lainnya tak terulang lagi,” papar dia.

Selain itu, Rio ingin memahami teknis dari manajemen mencapai target. “Misalnya memang serius mau promosi Liga 1, berarti minimal poin adalah 40 untuk masuk delapan besar. Itu mau bagaimana? Bisa curi poin di mana? Saya ingin paham soal teknis. Dan mereka harus bisa menjelaskan. Jangan janji saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rio sebenarnya menginginkan pertemuan diselenggarakan dalam forum besar. Menurutnya, suporter di akar rumput juga berhak mengetahui langsung dari manajemen Persis di Jakarta. “Kami belum akan bersikap soal boikot sebelum memahami langkah konkret manajemen,” tutupnya.