Suporter Persis Solo Akhirnya Bertemu Manajemen, Ini Hasilnya

Presdir PT. PSS, Eddy Junaidi (tengah) dalam diskusi dengan suporter Persis di Resto Godong Salam, Solo, Jumat (2/8 - 2019) malam.
03 Agustus 2019 20:25 WIB Ivan Andimuhtarom Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Keinginan suporter Persis Solo untuk bertemu manajemen Persis akhirnya terlaksana di Resto Godong Salam, Solo, Jumat (2/8/2019) malam. Berbagai keluhan diungkapkan suporter kepada Presiden Direktur (Presdir) PT. Persis Solo Saestu (PSS) Eddy Junaidi yang hadir dalam acara tersebut.

Sekitar 40-an suporter dari Pasoepati, Surakartans, dan beberapa elemen lainnya turut hadir di sana. Pendiri Pasoepati, Mayor Haristanto dan Suwarmin turut serta dalam diskusi tersebut. Di jajaran manajemen, selain Presdir PT PSS, hadir pula Sekjen Persis yang baru Sigid Rudi Gunawan dan Manajer Persis Langgeng Jatmiko.

Beberapa suporter menyampaikan beberapa uneg-uneg mereka terkait kebijakan-kebijakan manajemen di era Sekjen Dedi M. Lawe. Eddy kemudian menanggapi keluhan suporter selama ini dan meminta maaf atas kinerja manajemen lama.

Namun, bagian paling menarik dalam pertemuan tersebut adalah terungkapnya fakta Sigid Haryo Wibisono (SHW) selaku pemilik PT. Syahdana Properti Nusantara (SPN) sebagai pemilik saham mayoritas PT. PSS telah legawa melepaskan seluruh saham jika itu adalah yang terbaik untuk Persis dan masyarakat Solo.

“Saya dalam posisi tidak bisa menentukan sekarang. Saat ini sedang berlangsung proses komunikasi antara PT PSS dengan Wali Kota Solo yang diwakili Mas Her Suprabu,” ujarnya kepada suporter yang hadir.

Ia menggarisbawahi SHW bersedia melepas saham dengan beberapa catatan seperti pengelolaan harus full profesional dan investor baru memiliki anggaran Rp30 miliar-Rp50 miliar untuk bersiap bertempur di Liga 1 Indonesia. Ke depan, posisi suporter adalah menjadi aset tak terhingga sehingga komunikasi di antara keduanya harus intensif.

“Apapun keputusannya, mari tunggu mereka [SHW dengan Wali Kota Solo],” kata dia. Menurutnya, jika yang terbaik adalah melepas saham, SHW sudah siap. Tetapi, SHW akan meminta agar pengelolaan dikembalikan kepadanya seandainya investor baru tak mampu membiayai Persis.

Keputusan soal masa depan pengelolaan Persis sebagai solusi permanen atas berbagai masalah yang timbul di tubuh Persis ditargetkan bisa selesai maksimal akhir Agustus. Pihaknya terus berkomunikasi dengan Her Suprabu sebagai kepanjangan tangan Wali Kota membahas opsi-opsi untuk kebaikan Persis. Ia juga berniat menyelesaikan masalah manajemen dengan stakeholder lain seperti Askot PSSI Solo dan Pemkot Solo.

Her Suprabu yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan saat ini mereka memang masih mendiskusikan skema pengelolaan Persis yang lebih baik. Ia meminta para suporter bersabar dengan proses yang saat ini masih berjalan. “Target Agustus ini atau di paruh musim ada skema permanen. Teman-teman bersabar dulu. Setelah ada kesepakatan, kelak Pak Sigid dengan Pak Rudy akan bertemu langsung,” kata dia.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengaku belum puas dengan diskusi tersebut. Menurutnya, Presdir belum menjawab pertanyaan seputar target konkret dari manajemen musim ini. “Soal boikot, kami masih akan menunggu sampai ada keputusan final. Pekan depan saya mau rapat dulu dengan jajaran DPP Pasoepati,” kata dia saat ditemui Solopos.com seusai diskusi.

Perwakilan Surakartans, Adith, mengatakan secara kelompok, mereka juga masih berkomitmen tak bakal menghadiri laga home Persis selama Persis belum bermain di Stadion Manahan. Namun, ia tak bisa melarang para anggota Surakartans yang datang langsung ke stadion. “Kami akan tunggu sampai ada hasil pertemuan PT PSS dengan Pak Wali,” kata dia.