Sancho Umbar Ancaman ke Pesaing Dortmund

Jadon Sancho (Reuters/Leon Kuegeler)
05 Agustus 2019 16:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, DORTMUND — Jadon Sancho memberi “peringatan keras” bagi seluruh kompetitor Borussia Dortmund di Bundesliga menyusul performa luar biasanya di ajang DFL Super Cup 2019. Dalam laga yang digelar di Signal Iduna Park, Minggu (4/8/2019) dini hari tersebut, Sancho tampil vital lewat sumbangan satu gol dan satu assist dalam kemenangan 2-0 Dortmund atas Bayern Munich.

Winger 19 tahun itu tampak semakin sulit dihentikan sejak mengemas 12 gol dan 14 assist di Bundesliga musim lalu. Total Sancho sudah mencetak 15 gol dan 24 assist dalam 56 laga setelah bergabung ke Die Borussen pada musim 2017/2018. Artinya, pemain Timnas Inggris ini terlibat dalam satu gol tim setiap 1,4 pertandingan!

Raksasa seperti Bayern Munich pun seperti tak punya jawaban untuk mematikan pergerakan jebolan akademi Manchester City itu. Beberapa kali Sancho melakukan solo run dalam skema counter attack yang merepotkan pertahanan The Bavarians.

Ketika Thiago Alcantara melakukan kesalahan di lapangan tengah di menit ke-48, Sancho pun langsung memanfaatkan itu dengan menggiring bola dari sisi kanan lapangan mendekati kotak penalti. Sancho kemudian mengirim umpan pada Paco Alcacer yang langsung disambut tembakan first time yang mengarah ke pojok kanan bawah gawang Bayern.

Hanya 11 menit berselang, Sancho kembali menjadi problem nyata setelah sayatannya dari sayap kanan hingga kotak penalti diakhiri tembakan yang gagal ditepis Manuel Neuer.”Saya gembira bisa memberikan start yang bagus. Mungkin tahun ini akan menjadi milik kami,” ujar Sancho seperti dilansir Bundesliga, Minggu.

Dengan kepergian Christian Pulisic ke Chelsea, posisi Sancho di tim bisa kian penting di Bundesliga musim 2019/2020. Sancho bisa memainkan peran sebagai pembeda ketika Dortmund kehilangan akal, seperti saat melawan Bayern kemarin. Die Borussen sejatinya lebih banyak tertekan di ajang pembuka musim Bundesliga itu.

Anak asuh Lucien Favre dkk. bahkan hanya mencatat 35% penguasaan bola dan dua tembakan tepat sasaran. Bandingkan dengan Robert Lewandowski dkk. yang mengemas sembilan tembakan on target. “Bayern memegang 65% penguasaan bola, itu sangat banyak. Namun kami bertahan dan memainkan serangan balik dengan baik,” ujar Pelatih Dortmund, Lucien Favre.

Bagi Bayern, kekalahan itu mengakhiri rentetan tiga gelar beruntun mereka di Super Cup. Pelatih Bayern Munich, Niko Kovac, menilai tuan rumah mampu mengeksploitasi dua kesalahan timnya menjadi gol. “Sebaliknya kami tidak mengambil peluang-peluang kami, itu sebabnya kami kalah.”