Derbi Mataram: Suporter PSIM Jogja Tak Dapat Jatah

Persis Solo (Twitter/persisofficial)
07 Agustus 2019 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Panitia pelaksana (panpel) Persis Solo tampaknya tak ingin mengambil risiko dalam laga melawan PSIM Jogja di Stadion Wilis, Madiun, 16 Agustus 2019. Untuk menjaga kondusivitas pertandingan, para pendukung PSIM kemungkinan besar tak akan mendapat kuota dalam duel bertajuk Derbi Mataram tersebut.

Meski masih sepekan lebih, laga Derbi Mataram sudah menyedot perhatian fans kedua tim. Suporter Persis maupun PSIM saling melancarkan perang urat saraf (psywar) lewat media sosial (medsos). Rivalitas PSIM dengan Laskar Sambernyawa memang sudah mendarah daging dan menjadi salah satu persaingan paling panas di Liga 2 2019 musim ini.

Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, mengatakan perhelatan Derbi Mataram hampir selalu dipanaskan rivalitas di dalam dan di luar lapangan. Hal tersebut berpotensi memicu hal tak diinginkan yang bisa merugikan tim maupun suporter.

Menurut Langgeng, panpel tengah menggodok sejumlah formula agar laga sarat gengsi tersebut dapat berjalan lancar. Salah satunya adalah melarang suporter tim tamu ke Stadion Wilis. PSIM memiliki tiga kelompok suporter fanatik yakni Brajamusti, The Maident dan Jogjakartans.

“Untuk menjaga kondusivitas, kami minta suporter Jogja jangan hadir dulu. Ngerem dulu,” ujar Langgeng saat dihubungi Solopos.com, Rabu (7/8/2019).

Kebijakan melarang suporter PSIM hadir ke Madiun agaknya menjadi solusi bijak di tengah hubungan dengan pendukung Persis yang belum harmonis. Apalagi saat ini Laskar Sambernyawa menjadi tim musafir di Kota Gadis, julukan Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi, sempat marah besar lantaran sejumlah fasilitas stadion rusak seusai laga Persis melawan Martapura FC pertengahan Juli 2019 lalu. Saat itu sejumlah suporter merusak sejumlah fasilitas lantaran tidak puas dengan hasil pertandingan dan kinerja manamejen.

Sementara itu, pendukung Persis yakni Pasoepati dan Surakartans mulai mempersiapkan keberangkatan ke Madiun untuk menyaksikan Derby Mataram. Mereka menggalang tur dengan menggunakan mobil pribadi, bus hingga truk.

Seorang pendukung Persis, Joni Setiawan, 24, mengaku sudah menyewa bus bersama rekannya untuk ngluruk ke Madiun. “Laga melawan PSIM selalu memberi semangat tersendiri bagi kami. Sayang kalau kami terus melakukan boikot di laga sepenting ini,” ujarnya. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)